Jakarta – Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Dr. Saryadi, S.T., M.B.A., menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah perlu berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran, perluasan akses pendidikan, serta pengembangan kompetensi peserta didik.
Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Saryadi saat mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pembukaan Indocomtech 2026. Menurutnya, teknologi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan zaman.
“ Kita ingin setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang bermakna, setiap guru mendapatkan dukungan untuk mengajar dengan lebih baik, dan setiap inovasi memberikan manfaat nyata yang luas bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Dr. Saryadi menjelaskan, transformasi digital pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah perangkat teknologi yang tersedia di sekolah. Penyediaan sarana dan prasarana harus disertai peningkatan kompetensi guru, pengembangan konten pembelajaran berkualitas, serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan peserta didik.
Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa pada 2025 pemerintah menyediakan perangkat digitalisasi pembelajaran berupa papan interaktif digital beserta kelengkapannya bagi 288.865 satuan pendidikan. Program tersebut juga didukung penyediaan akses internet bagi 8.152 satuan pendidikan dan jaringan listrik bagi 2.389 satuan pendidikan.
Memasuki 2026, program digitalisasi pembelajaran dilanjutkan dengan sasaran sebanyak 268.393 satuan pendidikan. Pemerintah juga menyediakan konten pembelajaran melalui platform Rumah Pendidikan dan meningkatkan kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk proses belajar-mengajar.
Dorong Murid Menjadi Pencipta Teknologi
Selain memperluas pemanfaatan perangkat digital, Dr. Saryadi menekankan pentingnya membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan. Penguatan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), serta kecakapan koding dan kecerdasan artifisial (AI), menjadi bagian dari upaya tersebut.
Penguatan itu, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi, numerasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan karakter peserta didik. Dengan bekal tersebut, murid diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan gagasan dan mengembangkan solusi.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital agar peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Teknologi Harus Mendukung Pendidikan Inklusif
Sebagai pejabat yang membidangi pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus, Dr. Saryadi turut menegaskan bahwa transformasi digital harus memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
Bagi peserta didik penyandang disabilitas, teknologi dapat membantu mengurangi hambatan belajar melalui fitur aksesibilitas, materi adaptif, serta perangkat yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Karena itu, digitalisasi pendidikan perlu mengakomodasi keragaman peserta didik dan didukung oleh guru yang kompeten serta konten pembelajaran yang aksesibel. Menurutnya, teknologi harus menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan, bukan justru menciptakan kesenjangan baru.
Perkuat Kolaborasi dengan Industri Teknologi
Dr. Saryadi menyampaikan bahwa transformasi digital pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri teknologi, komunitas, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan inovasi menjawab kebutuhan nyata.
Dalam konteks tersebut, Indocomtech dinilai menjadi ruang untuk mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan. Ia juga menyambut penyelenggaraan Olimpiade TIK Nasional serta Point Blank National Championship sebagai bagian dari rangkaian Indocomtech 2026 yang dapat menjadi wadah pengembangan kompetensi, kreativitas, sportivitas, dan persaingan sehat bagi generasi muda.
Ia berharap industri teknologi semakin aktif bermitra dengan dunia pendidikan, antara lain melalui pengembangan solusi pembelajaran, peningkatan kapasitas pendidik, penguatan talenta digital, dan perluasan akses teknologi yang inklusif.
Melalui kolaborasi tersebut, Dr. Saryadi berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan talenta dan inovasi untuk kemajuan bangsa. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik.


