in

Batik Jawa Barat Perlu Perkuat Desain dan Branding untuk Ekonomi Kreatif

Batik Jawa Barat memiliki peluang ekonomi kreatif melalui penguatan desain, warna, branding, dan inovasi produk fashion berbasis budaya lokal. Busana karya Stephanus Hamy
Batik Jawa Barat memiliki peluang ekonomi kreatif melalui penguatan desain, warna, branding, dan inovasi produk fashion berbasis budaya lokal. Busana karya Stephanus Hamy

Pengembangan batik Jawa Barat dalam industri fashion dinilai memiliki peluang besar untuk diperkuat melalui kreativitas desain dan strategi branding. Eksplorasi ornamen lokal Jawa Barat dapat dikembangkan menjadi produk fashion yang memiliki karakter, fungsi baru, sekaligus nilai ekonomi.

Hal tersebut dibahas Yan Yan Sunarya dalam kajian Perkembangan Desain Fashion Batik Jawa Barat Berbasis Ekonomi Kreatif. Kajian tersebut merupakan bagian dari penelitian Hibah Dikti 2013 Universitas Padjadjaran dalam skema Penelitian Prioritas Nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau PENPRINAS MP3EI dengan fokus Tekstil/Jawa.

Menurut materi tersebut, perkembangan fashion batik tidak dapat dilepaskan dari budaya rupa atau visual culture. Teknologi dan pengetahuan desain juga membuka ruang bagi lahirnya karya fashion baru yang memanfaatkan teknik dan ornamen batik.

Ornamen tradisional Indonesia, termasuk ornamen Jawa Barat, dapat menjadi sumber inspirasi melalui proses inovasi kreatif. Eksplorasi tersebut memungkinkan lahirnya ornamen baru yang bersifat kontemporer dan memberikan ruang lebih luas bagi batik dalam perkembangan fashion.

Dalam konteks branding Jawa Barat, materi mencatat hasil survei sementara terhadap 100 responden. Penelitian tersebut dilakukan oleh Tim Peneliti Popy Rufaidah dan Wa Ode Zusnita Muizu dalam penelitian Branding Strategy Jawa Barat Berbasis Ekonomi Kreatif Potensi Pusat Pariwisata.

Survei menunjukkan kualitas nama merek produk menjadi unsur dengan persentase minat responden tertinggi, yakni 89 persen. Berikutnya adalah kekhasan keragaman warna sebesar 79 persen dan keragaman warna sebagai nilai tambah sebesar 76 persen.

Keunikan nama merek berada pada angka 71 persen, variasi warna 69 persen, serta kemenarikan desain grafis iklan 64 persen. Unsur lain yang turut muncul adalah kekhasan tata huruf sebesar 62 persen, kekhasan logo 60 persen, dan keunikan tata huruf label 58 persen.

Sementara itu, kekhasan ciri produk tercatat 53 persen, tempat yang mudah dijangkau 51 persen, ke-up-to-date-an produk 49 persen, kualitas desain produk 48 persen, kemudahan dikenali logo 46 persen, dan kemenarikan logo 40 persen.

Materi menyimpulkan faktor kreativitas dan unsur desain estetis memiliki arti penting dalam pembentukan brand Jawa Barat, khususnya jika dilihat dari prioritas minat responden terhadap desain fashion.

Penguatan desain juga ditempatkan sebagai bagian dari strategi ekonomi kreatif. Dalam materi disebutkan bahwa kreativitas berhubungan dengan gagasan, akal dan rasa perancang, sekaligus dipengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan sosial, nilai budaya, estetika dan kondisi ekonomi.

Dengan demikian, pengembangan batik Jawa Barat tidak hanya berkaitan dengan motif atau teknik produksi. Desain, identitas visual, warna, nama merek dan strategi pengembangan produk menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun posisi batik sebagai produk fashion berbasis ekonomi kreatif.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Meta deskripsi: Pengembangan fashion batik transformable melalui uji ahli dan pengguna menghasilkan produk layak dengan sembilan alternatif model rok.

Fashion Batik Transformable Dinyatakan Layak Setelah Melalui Uji Ahli dan Pengguna

Bank Indonesia Tegal mendorong branding komunal batik Pekalongan untuk memperkuat UMKM, identitas daerah, dan daya saing produk wastra.

Bank Indonesia Tegal Dorong Branding Komunal Batik Pekalongan untuk Perkuat Ekonomi Daerah