Jakarta — Kecintaan terhadap batik tidak selalu diwujudkan melalui kampanye formal. Bagi Taty Gobel, anggota Lions Club Jakarta Green Garden District 307 A1 sekaligus pegiat komunitas batik, mengenakan batik setiap hari merupakan bentuk nyata untuk menjaga dan mencintai warisan budaya Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Taty Gobel saat mengikuti kegiatan kunjungan dan pembelajaran batik di Gallery Hartono Sumarsono, Jakarta, bersama Lions Club Jakarta Green Garden District 307 A1.
Taty menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat karena membuka wawasan baru mengenai batik. Meskipun telah lama menjadi pecinta batik dan tergabung dalam Rumah Pesona Kain serta komunitas batik, ia mengaku masih banyak pengetahuan tentang batik yang perlu dipelajari.
“Acara ini sangat bermanfaat. Saya memang pecinta batik. Saya juga tergabung di Rumah Pesona Kain dan komunitas batik,” ujar Taty.
Menurutnya, batik memiliki cakupan pengetahuan yang sangat luas sehingga pembelajaran secara langsung melalui kegiatan seperti kunjungan ke Gallery Hartono Sumarsono menjadi penting. Ia juga mengapresiasi metode penyampaian materi yang dinilai ringan dan mudah dipahami.
“Saya suka dengan cara penyampaiannya yang ringan, sehingga mudah dipahami. Menurut saya, acaranya bagus sekali,” katanya.
Pakai Batik Setiap Hari
Taty mengatakan dirinya tidak secara khusus melakukan kampanye batik. Aktivitasnya lebih banyak dilakukan melalui keterlibatan dalam komunitas. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ia menjadikan penggunaan batik sebagai bentuk kampanye personal.
“Kalau kampanye dalam pengertian saya sendiri, mungkin dengan cara memakai batik setiap hari. Bagi saya, itu bentuk kecintaan terhadap batik,” ujarnya.
Kecintaan tersebut bahkan membuat Taty lebih bersemangat ketika menghadiri kegiatan yang menetapkan batik sebagai dress code. Sebaliknya, ia mengaku kurang tertarik apabila acara menetapkan pakaian dengan warna tertentu tanpa unsur batik.
“Mau ada meeting atau tidak ada meeting, mau di kantor atau sedang duduk santai, saya tetap memakai batik,” kata Taty.
Selain batik sebagai busana sehari-hari, Taty juga memiliki koleksi kain batik. Ia menyebut hampir seluruh koleksi kain yang dimilikinya merupakan batik tulis.
Kesadaran untuk menghargai batik tulis, menurut Taty, juga tidak terlepas dari keterlibatannya dalam komunitas batik.
“Karena saya juga berada di komunitas batik, rasanya tidak mungkin saya tidak menghargai batik itu sendiri,” tuturnya.
Aktif di Lions Club
Taty juga menceritakan awal keterlibatannya di Lions Club. Ia bergabung setelah beberapa kali diajak oleh teman untuk mengikuti berbagai kegiatan organisasi tersebut.
Pada awalnya, Tati belum langsung merasa nyaman bergabung karena masih memiliki kesibukan pekerjaan. Namun, setelah mulai mengurangi aktivitas pekerjaannya, ia melihat berbagai kegiatan pengabdian yang dilakukan Lions Club dan akhirnya memutuskan untuk bergabung.
“Sekarang, ketika saya mulai mengurangi kesibukan, saya merasa, ‘Oh, ini bagus juga.’ Ternyata banyak kegiatan pengabdian yang dilakukan,” ujarnya.
Taty mengaku cukup aktif dalam kegiatan Lions Club, terutama apabila kegiatan tersebut berkaitan dengan budaya dan batik.
“Iya, kalau ada kegiatan yang berkaitan dengan budaya, terutama batik, saya pasti terlibat,” katanya.
Kunjungan ke Gallery Hartono Sumarsono menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan aktivitas pengabdian Lions Club dengan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Bagi Taty, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa pelestarian batik dapat dilakukan melalui tindakan sederhana.
Dengan mengenakan batik dalam aktivitas sehari-hari, ia meyakini masyarakat turut menjaga keberadaan batik agar tetap digunakan dan dekat dengan kehidupan generasi sekarang.

