Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI), big data analytics, hingga teknologi AR/VR untuk memperkuat pemasaran pariwisata Indonesia di pasar global dan domestik.
Strategi tersebut tertuang dalam LAKIN Deputi Bidang Pemasaran Tahun 2025 yang menyebut pemasaran pariwisata nasional akan diarahkan pada pendekatan Tourism 5.0 berbasis teknologi dan data real time.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar menjelaskan bahwa strategi komunikasi pemasaran akan difokuskan pada pemanfaatan kanal digital dan teknologi berbasis AI, kampanye promosi berbasis storytelling lokal, penggunaan AR/VR untuk konten promosi imersif, serta penguatan kemitraan dengan media global dan komunitas diaspora.
Selain itu, Kemenpar juga menyiapkan pengembangan AI travel assistant guna memperkuat pengalaman digital wisatawan sejak tahap pencarian informasi hingga pasca perjalanan wisata.
Dalam strategi tersebut, pemerintah membagi pasar wisatawan internasional ke dalam tiga kelompok utama, yakni kawasan ASEAN dan Asia Selatan, Asia Timur dan Oceania, serta Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika. Dari segmentasi tersebut, Kemenpar menetapkan 15 pasar utama wisatawan mancanegara, termasuk Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, India, Amerika Serikat, Jepang, hingga Uni Emirat Arab.
Kementerian Pariwisata menilai pendekatan berbasis teknologi menjadi penting untuk memahami perilaku wisatawan secara lebih akurat sekaligus meningkatkan efektivitas promosi destinasi Indonesia di pasar global.
Strategi promosi juga diarahkan pada pengembangan wisata minat khusus seperti wellness tourism, gastronomy tourism, marine tourism, wastra tourism, hingga art and design tourism.
Sumber: LAKIN Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Tahun 2025.
