in

Indonesia-Filipina Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kreatif, Bahas WCCE 2026

Indonesia dan Filipina memperkuat kerja sama ekonomi kreatif, termasuk optimalisasi MoU, kolaborasi talenta, dan persiapan WCCE 2026.
Indonesia dan Filipina memperkuat kerja sama ekonomi kreatif, termasuk optimalisasi MoU, kolaborasi talenta, dan persiapan WCCE 2026.

Jakarta — Indonesia dan Filipina memperkuat peluang kerja sama di sektor ekonomi kreatif. Hal itu dibahas Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Filipina untuk Republik Indonesia Christopher B. Montero di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas pemetaan potensi ekonomi kreatif kedua negara, optimalisasi implementasi Memorandum of Understanding (MoU) bidang ekonomi kreatif, serta persiapan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

“Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Filipina dalam ASEAN tahun ini serta berbagai inisiatif untuk memperkuat ekonomi kreatif di kawasan. Sebagai sesama negara Asia Tenggara, kita memiliki banyak kesamaan dan potensi untuk saling melengkapi,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, kesamaan karakter dan potensi ekonomi kreatif Indonesia dan Filipina dapat menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi antartalenta. Kerja sama tersebut diharapkan melahirkan berbagai inisiatif baru yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Teuku Riefky juga melihat peluang sinergi dengan Filipina semakin besar mengingat sejumlah talenta kreatif negara tersebut telah memiliki kiprah di tingkat global.

Sementara itu, Dubes Christopher B. Montero menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, termasuk kelembagaan Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai institusi yang secara khusus menangani sektor tersebut.

Menurut Montero, Indonesia dan Filipina memiliki peluang sinergi yang besar, terutama karena kedua negara telah memiliki MoU di bidang ekonomi kreatif.

“Kami berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif kedua negara,” kata Montero.

Kolaborasi Batik-Barong

Kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan Filipina sebelumnya telah diwujudkan melalui sejumlah inisiatif. Salah satunya adalah kolaborasi Batik-Barong, yang memadukan pakaian Barong Filipina dengan teknik dan motif batik tradisional Indonesia.

Kolaborasi lintas batas pada subsektor kriya dan fesyen tersebut diluncurkan pada Maret 2026 di sela-sela ASEAN-UK Creative Symposium di Manila. Peluncuran disaksikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Cris Roque.

Kedua negara juga pernah menggelar Philippines-Indonesia Creative Economy Roundtable di Manila pada 2024 dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Filipina.

Di tingkat ASEAN, Indonesia turut mendukung inisiatif Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 untuk membentuk ASEAN Center of Excellence for Creative Industries (ACE-CI) yang direncanakan bermarkas di Manila.

Pusat tersebut diarahkan menjadi wadah kolaborasi dan eksplorasi ekonomi kreatif bagi negara-negara ASEAN.

Indonesia dan Filipina juga terlibat dalam pengembangan Creative Economy Data Model bersama World Intellectual Property Organization (WIPO). Kedua negara memiliki rekam jejak dalam mendukung agenda ekonomi kreatif di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Filipina Didukung Hadir di WCCE 2026

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif mengundang Dubes Christopher B. Montero beserta delegasi Filipina untuk menghadiri WCCE 2026 yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Dubes Montero menyampaikan komitmen untuk mendorong kehadiran delegasi tingkat tinggi Filipina dalam konferensi tersebut.

Kedua pihak juga membahas peluang keterlibatan talenta dan pelaku ekonomi kreatif Filipina, termasuk pertukaran promosi serta penyelenggaraan pop-up exhibition produk kreatif di Indonesia dan Filipina.

Selain memperkuat kolaborasi melalui WCCE 2026, Indonesia juga membuka peluang bagi Filipina untuk menjadi tuan rumah WCCE 2028.

Pertemuan Indonesia dan Filipina tersebut menjadi momentum untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi kreatif sekaligus memperluas ruang kolaborasi pengembangan ekosistem kreatif di kawasan ASEAN.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Meta deskripsi: IKA UNJ mendorong kurikulum formal memperkuat karakter digital, etika, dan literasi AI agar peserta didik aman dan bertanggung jawab.

IKA UNJ Dorong Kurikulum Formal Jadi Benteng Moral di Tengah Bahaya Digital dan AI