Pelestarian Batik Indramayu, khususnya Batik Paoman atau Batik Dermayon, dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga keberlanjutan batik tradisional sekaligus memperkuat perannya dalam perekonomian lokal.
Penelitian Oktavian Rinaldi dalam Jurnal Sosial dan Teknologi, Volume 5 Nomor 8, Agustus 2025, menguraikan sejumlah bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap pengembangan Batik Paoman. Upaya tersebut mencakup penyelenggaraan festival, pengembangan Kelurahan Kreatif, promosi fesyen, serta kebijakan penggunaan batik lokal.
Salah satu kegiatan yang disebutkan dalam penelitian adalah Festival Batik dan Mangga pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-496 tahun 2023. Kegiatan yang diselenggarakan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga itu menampilkan proses membatik secara langsung serta pameran motif khas Paoman, seperti kapal kandas, ikan, dan flora laut.
Festival memberikan kesempatan kepada perajin untuk memperkenalkan proses produksi dan karakter batik kepada masyarakat. Pameran juga membantu memperluas pengenalan terhadap motif yang menjadi identitas budaya pesisir Indramayu.
Kelurahan Paoman Dikembangkan sebagai Kelurahan Kreatif
Dukungan lainnya diwujudkan melalui program Kelurahan Kreatif. Kelurahan Paoman ditetapkan sebagai wilayah yang difokuskan pada pengembangan batik tradisional. Program tersebut mencakup fasilitasi pelatihan membatik dan pengembangan desain motif baru.
Pemerintah daerah juga mendorong pencatatan hak kekayaan intelektual untuk menjaga orisinalitas motif Batik Paoman. Perlindungan ini penting karena motif merupakan bagian dari identitas budaya sekaligus aset kreatif yang dapat memiliki nilai ekonomi.
Selain festival, promosi Batik Paoman dilakukan melalui Dermayon Fashion Street Show pada 2022. Kegiatan yang diselenggarakan oleh IWAPI Indramayu bersama pemerintah kabupaten tersebut menampilkan busana berbahan Batik Paoman di ruang publik. Pendekatan fesyen ini menjadi salah satu cara memperkenalkan batik kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda.
Penggunaan Batik Lokal untuk Mendukung Pasar
Penelitian tersebut juga menyebutkan kebijakan penggunaan batik lokal sebagai seragam Aparatur Sipil Negara pada hari tertentu. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendukung pemasaran produk daerah, mendorong permintaan, serta membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah di sektor batik.
Dukungan pemerintah berhubungan erat dengan karakter Batik Paoman sebagai produk budaya yang tumbuh dari kehidupan masyarakat pesisir. Motif ikan, udang, kepiting, dan kapal kandas mencerminkan kedekatan warga dengan lingkungan laut. Teknik nyomplong, garis lengkung, serta warna cerah menjadi bagian dari ciri khasnya.
Namun, pelestarian tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Batik Paoman juga menghadapi tantangan berupa persaingan dengan batik cetak massal, keterbatasan pemasaran digital, dan kebutuhan regenerasi pembatik. Karena itu, pelatihan keterampilan, inovasi produk, dan perluasan distribusi perlu berjalan secara berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Menguatkan Ekonomi Kreatif
Sinergi antara pemerintah, perajin, pelaku usaha, dan komunitas kreatif diperlukan agar kegiatan pelestarian berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pameran dapat membuka peluang kemitraan, sedangkan pelatihan dan perlindungan motif membantu memperkuat kualitas serta identitas produk.
Dengan dukungan yang terarah, Batik Paoman berpotensi terus menjadi bagian dari identitas budaya Indramayu sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Artikel disusun berdasarkan penelitian Oktavian Rinaldi, Jurnal Sosial dan Teknologi, Agustus 2025.

