Bandung – Sebanyak 10 pasang finalis putra dan putri berkompetisi memperebutkan gelar Duta Batik Jawa Barat 2026 dalam Grand Final Pemilihan Duta Batik Jawa Barat yang digelar di Gedung RRI Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jambore Batik Jawa Barat 2026 untuk memperkuat pelestarian, pengembangan, dan promosi batik sebagai warisan budaya sekaligus identitas masyarakat Jawa Barat.
Ketua Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Sendy Yusuf, menyelenggarakan ajang tersebut sebagai upaya mendorong regenerasi pelestari batik melalui keterlibatan generasi muda. Para finalis merupakan peserta terpilih yang telah melewati tahapan seleksi dan pembekalan, meliputi peningkatan pengetahuan, keterampilan, kepribadian, serta kemampuan komunikasi mengenai batik, kebudayaan, dan potensi pariwisata Jawa Barat.
Grand Final Duta Batik Jawa Barat 2026 dijadwalkan dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Penilaian kompetisi melibatkan lima tokoh sebagai dewan juri, yakni Komarudin Kudiya, Iendra Sofwan, Hetty Sunaryo, Happy Salma, dan Ayu Dyah Pasha.
Dewan juri mewakili kompetensi di empat bidang utama, yaitu pengetahuan batik, kebudayaan Jawa Barat, kepariwisataan, dan dunia fashion. Penilaian tidak hanya berfokus pada penampilan peserta, tetapi juga mencakup wawasan budaya, kecerdasan, kemampuan berkomunikasi, kepribadian, serta komitmen terhadap pelestarian batik. Acara tersebut juga menghadirkan hiburan dari KaineshiaYusuf.
Panitia menyediakan hadiah uang tunai untuk masing-masing kategori putra dan putri. Juara pertama memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, dan juara ketiga Rp5 juta. Sementara itu, pemenang Harapan I mendapatkan Rp4 juta dan Harapan II Rp3 juta. Para pemenang juga berkesempatan memperoleh penghargaan serta hadiah tambahan dari sponsor.
Regenerasi Pelestari Batik Jawa Barat
Pemilihan Duta Batik Jawa Barat 2026 dirancang tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun kesadaran generasi muda terhadap nilai sejarah, filosofi, kreativitas, dan identitas budaya yang terkandung dalam batik.
YBJB berharap para duta terpilih dapat berperan sebagai komunikator, edukator, sekaligus promotor batik Jawa Barat. Mereka diharapkan mampu memperkenalkan keberagaman batik dari berbagai kabupaten dan kota, memahami karakteristik motif serta nilai filosofinya, dan menjembatani komunikasi antara perajin, desainer, pelaku industri kreatif, pemerintah, dan masyarakat.
Selain itu, program ini bertujuan menumbuhkan kebanggaan menggunakan batik asli dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan apresiasi terhadap karya perajin lokal, serta mendorong inovasi desain dan kewirausahaan batik yang relevan dengan perkembangan zaman.
Promosi batik juga diharapkan semakin luas melalui kegiatan edukasi, pameran, kunjungan ke sentra batik, dan pemanfaatan media digital. Dengan demikian, keberadaan Duta Batik tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi berlanjut melalui kontribusi nyata dalam pelestarian budaya.
Melalui Jambore Batik Jawa Barat 2026, YBJB berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor agar batik berkembang sebagai kekuatan budaya, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

