Jakarta — Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso menegaskan pentingnya memperluas akses pasar bagi produk lokal Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional. Hal tersebut disampaikan dalam Opening Ceremony INACRAFT 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu, 7 Oktober 2026.
Budi Santoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan INACRAFT 2026. Menurutnya, pameran kerajinan tersebut menjadi salah satu ruang penting untuk memperkenalkan karya dan produk kriya Indonesia kepada masyarakat secara lebih luas.
“INACRAFT menjadi salah satu ruang penting untuk memperkenalkan karya dan produk kriya Indonesia kepada masyarakat luas,” ujar Budi dalam sambutannya.
Ia mengatakan, kegiatan seperti INACRAFT dapat memperkuat hubungan antara tradisi, kreativitas, industri, dan pasar. Produk kriya yang lahir dari kekayaan budaya Indonesia dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu memasuki pasar global.
Budi menekankan bahwa pengembangan produk lokal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, pelaku usaha, artisan, asosiasi, media, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya perlu bekerja bersama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan produk lokal.
“Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, artisan, asosiasi, media, perbankan, serta berbagai pihak lainnya,” katanya.
Menurut Budi, kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di tengah persaingan pasar yang semakin luas. Dengan dukungan berbagai pihak, produk lokal diharapkan dapat berkembang sekaligus memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke pasar nasional maupun internasional.
Salah satu perhatian utama pemerintah, lanjut Budi, adalah membawa produk lokal Indonesia ke pasar internasional dan membuka akses terhadap pasar-pasar baru.
Indonesia akan terus mendorong pengembangan produk lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing. Pengembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga mencakup aspek promosi, pemasaran, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta pembukaan jaringan perdagangan.
INACRAFT dinilai memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut karena mempertemukan para artisan dan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra dari berbagai daerah dan negara.
Melalui pameran, pelaku industri kriya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung sekaligus membangun jaringan bisnis yang berpotensi membuka akses pasar baru.
Budi berharap kerja sama dan jaringan yang terbentuk melalui INACRAFT dapat terus diperkuat. Dengan demikian, produk lokal Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar internasional secara berkelanjutan.
Penyelenggaraan INACRAFT 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan kekayaan tradisi Indonesia dengan kreativitas, industri, perdagangan, dan peluang pasar global.
Penguatan akses pasar tersebut diharapkan mampu mendorong produk kriya Indonesia semakin dikenal, meningkatkan daya saing pelaku usaha, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis produk lokal.


