Jakarta — INACRAFT 2026 kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara. Perhelatan ini dinilai menjadi ruang penting bagi produsen handicraft Indonesia untuk memperkenalkan produk dan inovasi terbaru kepada pasar.
Wakil Ketua Umum I BPP ASEPHI, Ir. H. Hatman,M.H., mengatakan INACRAFT memiliki daya tarik karena produk yang ditampilkan merupakan hasil persiapan panjang para produsen kerajinan.
Menurutnya, para pelaku handicraft biasanya mulai mempersiapkan produk baru setelah penyelenggaraan INACRAFT sebelumnya. Dalam waktu sekitar enam bulan, mereka telah menyiapkan bentuk dan kreativitas baru untuk kemudian dipasarkan pada penyelenggaraan berikutnya.
Hatman menilai proses tersebut menunjukkan bahwa INACRAFT tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi momentum bagi produsen untuk terus berinovasi.
Ia juga membandingkan perkembangan pameran kerajinan Indonesia dengan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Malaysia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dari sisi kreativitas dan inovasi produk kerajinan.
Keberadaan INACRAFT selama lebih dari dua dekade bersama penyelenggara juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat ekosistem pameran terus berkembang.
Dalam sambutannya, Hatman juga menyampaikan bahwa sejumlah pejabat pemerintah direncanakan hadir pada pembukaan INACRAFT 2026. Kehadiran tersebut dinilai menunjukkan perhatian terhadap industri kerajinan dan potensi ekonomi kreatif Indonesia.
Selain menjadi ajang transaksi, INACRAFT juga menjadi tempat bertemunya produsen, pelaku usaha, pembeli, komunitas, dan pemangku kepentingan industri kreatif.
Hal tersebut semakin penting di tengah tuntutan pelaku kerajinan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. INACRAFT menjadi salah satu momentum bagi produsen untuk menguji penerimaan produk sekaligus memperkenalkan inovasi terbaru.
Pernyataan tersebut juga memperkuat posisi INACRAFT sebagai salah satu tolok ukur dalam industri kerajinan nasional. Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bahkan menyebut pengalaman mengikuti INACRAFT dapat menjadi referensi ketika membawa UMKM ke kegiatan atau pasar luar negeri.
Menurut Hatman, keberhasilan INACRAFT pada akhirnya kembali pada keseriusan dalam mempersiapkan kegiatan maupun produk.
Prinsip tersebut dirangkum dalam pernyataannya bahwa pekerjaan yang dilakukan secara asal-asalan akan menghasilkan sesuatu yang asal-asalan. Sebaliknya, pekerjaan yang dilakukan secara serius akan memberikan hasil sesuai harapan.


