in

Dekranasda DKI Apresiasi Sulaman Sashiko, Berpotensi Jadi Produk Unggulan Jakarta Timur

Dekranasda DKI mengapresiasi sulaman Sashiko Jakarta Timur yang dinilai modern dan unik, serta berpotensi menjadi produk unggulan daerah.
Dekranasda DKI mengapresiasi sulaman Sashiko Jakarta Timur yang dinilai modern dan unik, serta berpotensi menjadi produk unggulan daerah.

Jakarta Timur – Produk kerajinan sulaman Sashiko menarik perhatian Tim Kurasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan kurasi produk kerajinan Dekranasda Kota Administrasi Jakarta Timur, Selasa (3/11/2026).

Sulaman Sashiko dinilai memiliki karakter modern dan unik sehingga berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan kerajinan Jakarta Timur. Apresiasi tersebut disampaikan anggota Tim Kurasi Dekranasda DKI Jakarta, Dewi Asa’at, setelah melihat langsung beragam produk yang ditampilkan para pengrajin lokal.

Menurut Dewi, produk kerajinan yang mengikuti kegiatan kurasi cukup beragam, mulai dari batik, sulaman Sashiko, berbagai jenis sulaman lainnya, hingga kerajinan berbahan kayu. Produk yang ditampilkan didominasi kategori fesyen dan kerajinan dengan karakter serta kreativitas masing-masing.

Ia mengaku tertarik dengan sulaman Sashiko karena memiliki bentuk dan sentuhan desain yang berbeda dari produk yang pernah ditemuinya selama melakukan kurasi di lima wilayah Jakarta.

“Saya senang sekali dengan produk sulaman Sashiko. Saya sudah beberapa kali melakukan kurasi di Dekranasda lima wilayah Jakarta, dan produk Sashiko ini belum pernah saya lihat dengan bentuk sulaman yang sangat modern. Ini bisa menjadi salah satu produk unggulan Dekranasda Jakarta Timur,” ungkap Dewi.

Dewi menjelaskan, kegiatan kurasi tidak dimaksudkan untuk mencari kekurangan atau memberikan penilaian negatif terhadap produk pengrajin. Sebaliknya, proses tersebut menjadi sarana memberikan masukan, arahan, dan rekomendasi agar produk memiliki kualitas lebih baik, nilai tambah, serta kesiapan untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kurasi kali ini adalah penggunaan kemasan ramah lingkungan. Menurut Dewi, produk yang mengusung konsep keberlanjutan atau sustainable perlu didukung dengan pemilihan kemasan yang sejalan dengan prinsip tersebut.

Ia mendorong para pengrajin untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dan mempertimbangkan bahan alternatif yang dapat digunakan kembali. Salah satunya dengan memanfaatkan kain perca batik maupun jenis kain lainnya sebagai kemasan produk.

Selain lebih ramah lingkungan, pemanfaatan kain perca juga dapat menghadirkan kreativitas dan keunikan tersendiri. Dengan demikian, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan daya tarik kerajinan.

Lebih lanjut, Dewi mengajak para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya di Jakarta Timur, untuk terus meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan inovasi. Pengrajin juga diharapkan terbuka terhadap perkembangan desain, tren pasar, serta kreativitas produk dari berbagai daerah.

Menurutnya, kemauan untuk terus belajar dan melihat potensi pengembangan produk lain menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha kerajinan lokal.

“Terus meningkatkan kualitas, terus berinovasi, terus belajar, dan melihat apa yang dimiliki serta dihasilkan orang lain. Tingkatkan seluruh kualitas agar produk Jakarta semakin naik kelas, bisa dipasarkan secara nasional hingga mendunia,” tandasnya.

Melalui kegiatan kurasi tersebut, Dekranasda DKI Jakarta diharapkan dapat mendorong pengrajin lokal untuk menghasilkan produk yang semakin berkualitas, inovatif, dan memiliki nilai jual. Kehadiran produk seperti sulaman Sashiko juga menunjukkan bahwa kreativitas pelaku UKM Jakarta Timur memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kenali lima bentuk perkawinan adat Indonesia, mulai dari sistem jujur dan semenda hingga perkawinan campuran dan lari.

Mengenal 5 Bentuk Perkawinan Adat Indonesia dan Karakteristiknya