Yangon – Batik Indonesia menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan dalam ajang Indonesia EXPO 2026 di Novotel Hotel, Yangon, Myanmar, pada 30–31 Oktober 2026. Kehadiran batik dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk budaya dan industri kreatif Indonesia sekaligus memperluas peluang kerja sama perdagangan dengan Myanmar.
Indonesia EXPO 2026 menghadirkan lebih dari 70 stan pameran yang diikuti berbagai pelaku usaha Indonesia dan negara mitra. Produk dan sektor yang ditampilkan meliputi pendidikan, energi, makanan, peralatan rumah tangga, pariwisata, hingga batik Indonesia.
Selain memamerkan produk unggulan, pameran selama dua hari tersebut juga menjadi ajang pertemuan bisnis atau business discussion antara pengusaha Myanmar dan Indonesia.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara. Penandatanganan dan pertukaran dokumen kerja sama tersebut berlangsung pada 30 Oktober 2026.
Ahmad Jaka, Konselor Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar, menjelaskan bahwa MoU yang disepakati mencakup kerja sama di sektor energi, pendidikan, serta kemitraan antarbank.
Salah satu kesepakatan yang menarik adalah penandatanganan MoU pinjaman pendidikan antara kantor perwakilan Myanmar dari sekolah pelatihan penerbangan Pahkasa, yakni Nyana Empowers Co Ltd, dengan UAB Bank.
Kerja sama tersebut bertujuan mempermudah pengaturan pembiayaan bagi mahasiswa Myanmar yang ingin mengikuti pendidikan dan pelatihan penerbangan di sekolah Pahkasa, Indonesia.
Di sektor pendidikan, keikutsertaan tujuh perguruan tinggi Indonesia dalam Indonesia EXPO 2026 juga menjadi sarana memperkenalkan peluang studi dan memperluas hubungan akademik antara kedua negara.
Sementara itu, sektor energi menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam agenda kerja sama ekonomi Indonesia dan Myanmar. Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki peluang investasi di sektor energi Myanmar.
Melalui penyelenggaraan Indonesia EXPO 2026, Indonesia berharap hubungan perdagangan dan investasi dengan Myanmar semakin berkembang. Pameran ini juga diharapkan menghasilkan kesepakatan ekonomi yang lebih erat dan berkelanjutan bagi kedua negara.
Kehadiran batik Indonesia di antara berbagai produk dan layanan yang dipamerkan turut membuka peluang promosi warisan budaya Nusantara di pasar internasional. Selain memiliki nilai seni dan tradisi, batik juga merupakan bagian dari industri kreatif Indonesia yang berpotensi dikembangkan melalui perdagangan, kemitraan bisnis, dan perluasan pasar global.


