in

BAZNAS BAZIS Jakarta Timur Tebus 374 Ijazah Siswa Swasta, Anggaran Capai Rp680 Juta

BAZNAS BAZIS Jakarta Timur mengalokasikan Rp680 juta untuk menebus 374 ijazah lulusan sekolah swasta melalui program pemutihan 2026.
BAZNAS BAZIS Jakarta Timur mengalokasikan Rp680 juta untuk menebus 374 ijazah lulusan sekolah swasta melalui program pemutihan 2026.

Jakarta – Sebanyak 374 lulusan sekolah swasta di Jakarta Timur akhirnya dapat menerima ijazah yang sebelumnya tertahan akibat kendala ekonomi keluarga. Penyerahan ijazah tersebut merupakan bagian dari Program Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 yang dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, BAZNAS BAZIS Jakarta Timur, serta Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II.

Penyerahan ijazah dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin. Program ini bertujuan membantu para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi belum dapat mengambil ijazah karena terkendala pelunasan biaya administrasi sekolah.

Koordinator BAZNAS BAZIS Jakarta Timur, Eka Nafisah, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp680.432.500.

Selain memberikan bantuan pembiayaan, BAZNAS BAZIS Jakarta Timur juga melakukan negosiasi dengan pihak sekolah swasta untuk menekan besaran tunggakan administrasi yang harus dibayarkan.

Melalui kesepakatan tersebut, biaya yang semula berkisar Rp5 juta hingga Rp14 juta per ijazah berhasil diturunkan menjadi rata-rata Rp1 juta hingga Rp2 juta. Langkah ini dilakukan agar lebih banyak lulusan dapat memperoleh kembali ijazah mereka.

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BAZNAS BAZIS, dan jajaran Suku Dinas Pendidikan dalam merealisasikan program pemutihan ijazah tersebut.

“Alhamdulillah, sebanyak 374 ijazah yang selama ini tertahan di pihak sekolah swasta telah diserahkan. Saya berharap ijazah yang kini sudah dipegang oleh anak-anak yang berhak dapat dipergunakan dengan baik. Harapan kita bersama, ijazah ini bisa menjadi jalan untuk mengubah nasib mereka agar dapat bekerja dan merawat keluarganya,” ujar Munjirin.

Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar menjaga ijazah dengan baik. Menurutnya, dokumen tersebut merupakan salah satu persyaratan penting untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan.

“Dirawat dan dijaga dengan baik, jangan sampai hilang atau rusak karena mengurus salinannya kembali memerlukan energi tersendiri,” pesannya.

Berdasarkan data pelaksanaan program, sebanyak 295 ijazah berasal dari wilayah Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah I, sedangkan 88 ijazah lainnya berasal dari Wilayah II.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah I, M. Fahmi, mengatakan program pemutihan ijazah merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk mengembalikan hak para lulusan yang belum dapat mengambil ijazah dari sekolah swasta.

Ia menilai kepemilikan ijazah fisik masih menjadi salah satu persyaratan administrasi untuk melamar pekerjaan di berbagai perusahaan.

“Semangat dari program ini adalah mengembalikan ijazah yang tertahan di sekolah swasta kepada yang berhak. Sampai saat ini, lembar ijazah fisik masih menjadi salah satu persyaratan administrasi untuk bekerja di berbagai perusahaan. Program ini adalah tiket bagi mereka untuk melangkah ke dunia kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah II, Horale Tua Simanullang, menyampaikan bahwa jumlah ijazah yang tertahan di wilayahnya terus mengalami penurunan. Pada pelaksanaan tahap kedua tahun 2026, sebanyak 88 ijazah berhasil diserahkan kepada para lulusan.

“Kami berharap pemutihan ini mempermudah anak-anak kita, baik untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Buka Kesempatan Kerja bagi Lulusan Sekolah Swasta

Manfaat program pemutihan ijazah tersebut dirasakan langsung oleh para penerima. Salah satunya Trivena Margareta, lulusan SMK PGRI 39 Jakarta tahun 2025. Sebelumnya, ia belum dapat mengambil ijazah karena keterbatasan ekonomi untuk melunasi biaya administrasi sekolah.

“Senang banget, program ini sangat membantu. Ijazah ini rencananya mau saya gunakan untuk melamar dan melanjutkan kerja ke tempat yang lebih baik,” tuturnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bersama BAZNAS BAZIS dan jajaran pendidikan berharap semakin banyak lulusan sekolah swasta yang dapat memperoleh kembali ijazahnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meringankan beban ekonomi keluarga, mendukung pemerataan akses pendidikan, serta membuka kesempatan lebih luas bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

PWI Pokja Wali Kota Jakarta Timur audiensi dengan Camat Pasar Rebo untuk memperkuat sinergi pers dan pemerintah dalam pelayanan publik.

PWI Pokja Wali Kota Jakarta Timur Audiensi dengan Camat Pasar Rebo, Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah

Batik Indonesia tampil di Indonesia EXPO 2026 Myanmar bersama 70 stan pameran untuk memperluas promosi budaya dan peluang bisnis global.

Batik Indonesia Tampil di Indonesia EXPO 2026 Myanmar, Perkuat Peluang Kerja Sama Bisnis