in

Anggota Dewan Pengarah BRIN: AI, Pusat Data, dan Komputasi Kuantum Buka Peluang Bisnis Teknologi Indonesia

Anggota Dewan Pengarah BRIN Marsudi Wahyu Kisworo menyoroti peluang AI, pusat data, dan komputasi kuantum bagi industri teknologi Indonesia.
Anggota Dewan Pengarah BRIN Marsudi Wahyu Kisworo menyoroti peluang AI, pusat data, dan komputasi kuantum bagi industri teknologi Indonesia.

Jakarta — Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), pertumbuhan pusat data, dan transformasi digital membuka peluang besar bagi industri teknologi informasi Indonesia dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi penguatan keamanan siber, perlindungan data, dan pengembangan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam pidato kunci pada pembukaan Indocomtech 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).

Marsudi mengatakan, digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan untuk meningkatkan efisiensi bisnis, melainkan telah menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekonomi nasional. Indonesia, dengan jumlah pengguna internet yang besar, juga memiliki peluang untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem ekonomi digital regional.

Menurut dia, salah satu sektor yang menunjukkan prospek investasi adalah pusat data atau data center. Pertumbuhan kebutuhan komputasi dan pemindahan infrastruktur digital oleh berbagai perusahaan membuka kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan industri tersebut.

Ia mengidentifikasi tiga pendorong utama peluang bisnis teknologi nasional. Pertama, digitalisasi infrastruktur dan komputasi, termasuk adopsi komputasi awan (cloud computing), jaringan berkecepatan tinggi, dan teknologi komputasi lainnya.

Kedua, perluasan transformasi digital ke berbagai sektor usaha, mulai dari perusahaan besar hingga usaha kecil dan menengah. Ketiga, meningkatnya kebutuhan digitalisasi di sektor keuangan, manufaktur, kesehatan, dan bidang lainnya yang membutuhkan sistem terintegrasi agar operasional semakin efektif dan dapat berkembang.

Marsudi menambahkan, kebutuhan terhadap solusi teknologi juga akan diikuti peningkatan permintaan layanan keamanan siber, pengelolaan data, dan integrasi sistem. Menurut dia, sistem teknologi informasi tidak lagi dapat dikelola secara terpisah tanpa mempertimbangkan keterhubungan dan risiko keamanan.

AI Tingkatkan Produktivitas, Ancaman Siber Ikut Berkembang

Di tengah peluang tersebut, Marsudi mengingatkan bahwa kecerdasan artifisial memiliki dua sisi. Teknologi ini dapat membantu masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha meningkatkan produktivitas, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan serangan siber.

Ia mencontohkan, penggunaan AI memungkinkan serangan dilakukan dengan lebih cepat dan melalui beragam skenario. Karena itu, penguatan keamanan digital harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi.

Perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian. Marsudi menekankan pentingnya kehati-hatian dalam membagikan dokumen identitas dan informasi sensitif, terutama ketika berhadapan dengan layanan digital yang meminta data pribadi.

Menurut dia, pengamanan sistem tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Semakin banyak perangkat dan layanan yang terhubung ke internet, semakin luas pula potensi celah keamanan yang harus diantisipasi.

Marsudi menilai, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi diperlukan untuk mengembangkan solusi teknologi sekaligus memperkuat tata kelola keamanan digital. Ia juga mendorong penerapan prinsip AI for Humanity, yakni pemanfaatan AI yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi.

Teknologi Harus Berorientasi pada Manusia

Selain AI, Marsudi menyoroti potensi perkembangan komputasi kuantum dan fusi nuklir. Dalam pidatonya, ia mengaitkan komputasi kuantum dengan peningkatan kemampuan komputasi, sementara fusi nuklir berpotensi menjadi sumber energi bagi kebutuhan teknologi masa depan.

Menurut dia, perpaduan perkembangan AI, komputasi kuantum, dan teknologi energi dapat mengubah lanskap industri secara signifikan. Kondisi ini menuntut Indonesia untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami dan mengembangkan teknologi baru.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak hanya diukur dari kecanggihan perangkat, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat. Pendekatan berorientasi manusia perlu menjadi landasan agar inovasi mampu membantu menyelesaikan persoalan nyata, memperluas akses pendidikan, dan menciptakan peluang kerja.

Marsudi juga menekankan pentingnya investasi dalam pengembangan talenta digital, termasuk keahlian sains data, rekayasa prompt, keamanan siber, algoritma, AI, dan pengembangan perangkat lunak.

Ia mengajak pelaku industri, perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas memanfaatkan Indocomtech 2026 bukan hanya sebagai ajang transaksi, tetapi juga sebagai ruang membangun jejaring dan merumuskan kolaborasi strategis.

Indocomtech 2026 berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Hall A, JICC, Senayan, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-32, pameran ini menghadirkan produk teknologi informasi, gadget, serta berbagai program yang mempertemukan konsumen, pelaku industri, dan komunitas teknologi.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Lukman Rizky El Dani menilai industri Point Blank dan esports membuka peluang kreativitas, kolaborasi, serta karier bagi generasi muda Indonesia.

Lukman Rizky El Dani: Point Blank dan Esports Buka Peluang bagi Talenta Digital Indonesia

Hidayat Tjokrodjojo menyebut Indocomtech ke-32 sebagai ruang kolaborasi industri teknologi dan komunitas, sekaligus mendorong edukasi AI.

Hidayat Tjokrodjojo: Indocomtech ke-32 Dorong Kolaborasi Industri Teknologi dan Edukasi AI