Vietnam – Batik menjadi salah satu media yang digunakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada mahasiswa di Vietnam. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional, UNESA menghadirkan pelatihan pengenalan topeng batik sebagai sarana membangun dialog antarbudaya sekaligus memperluas kerja sama akademik kedua negara.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengenalan Topeng Batik sebagai Media Dialog Antarbudaya Indonesia–Vietnam” berlangsung di University of Social Sciences and Humanities, Viet Nam National University Ho Chi Minh City (USSH–VNUHCM), Vietnam, pada 21–24 September 2026.
Tim UNESA dipimpin Dr. Hespi Septiana, M.Pd. Program ini menggabungkan pengenalan seni tradisional, kreativitas, dan komunikasi lintas budaya untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara melalui pendekatan pembelajaran yang partisipatif.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa Vietnam diajak mengenal berbagai unsur visual topeng batik, mulai dari motif, warna, dan bentuk hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Unsur-unsur tersebut menjadi bahan diskusi untuk memahami persamaan dan perbedaan ekspresi budaya Indonesia dan Vietnam.
Pendekatan ini menempatkan batik tidak hanya sebagai karya seni atau produk kerajinan, tetapi juga sebagai media komunikasi yang merepresentasikan identitas dan nilai-nilai budaya masyarakat.
Ketua Tim PKM UNESA, Dr. Hespi Septiana, M.Pd., menjelaskan bahwa topeng batik dipilih karena memiliki karakter visual yang menarik sekaligus merepresentasikan identitas budaya Indonesia. Melalui interaksi langsung, mahasiswa diharapkan dapat memahami kebudayaan Indonesia secara lebih komunikatif dan membangun pemahaman bersama.
Visiting Lecturer Perkenalkan Keberagaman Indonesia
Selain pelatihan topeng batik, kunjungan akademik UNESA juga mencakup program visiting lecturer dan pertukaran pengetahuan di Faculty of Oriental Studies, USSH–VNUHCM.
Program tersebut mengangkat tema “Pesona Indonesia: Keberagaman Budaya dalam Satu Nusantara”. Materi yang disampaikan memperkenalkan keragaman budaya, bahasa, identitas, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia kepada mahasiswa serta dosen di Vietnam.
Kegiatan ini turut melibatkan Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd., Respati Retno Utami, M.Pd., dan Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM. Ketiganya memperoleh undangan resmi dari USSH–VNUHCM untuk berpartisipasi dalam program visiting lecturer dan academic exchange.
Melalui pertukaran akademik tersebut, mahasiswa Vietnam berkesempatan berdialog langsung dengan akademisi Indonesia. Pembahasan tidak hanya berfokus pada tradisi, tetapi juga hubungan antara bahasa, identitas, dan kehidupan sosial dalam membentuk karakter masyarakat.
Perluas Kolaborasi Akademik Indonesia–Vietnam
Rangkaian kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA dengan USSH–VNUHCM. Kolaborasi kedua institusi mencakup penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah.
Berdasarkan dokumen Implementation of Arrangement yang dirujuk dalam kegiatan tersebut, kerja sama dirancang berlangsung selama lima tahun dengan kemungkinan evaluasi dan pembaruan sesuai kesepakatan kedua pihak.
Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan program akademik berkelanjutan, termasuk mobilitas akademisi, penelitian lintas negara, dan kegiatan pengenalan budaya.
Melalui pelatihan topeng batik dan pertukaran akademik, UNESA menunjukkan bahwa seni tradisional dapat menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus pintu masuk untuk memperluas jejaring pendidikan internasional.
Program tersebut diharapkan memperkuat saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Vietnam serta mendorong kerja sama perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


