Himpunan Wastraprema (HWP) kembali menggelar Wisata Wastra 2026 dengan konsep perjalanan budaya menggunakan kereta api. Mengusung tema “Eksplorasi Pesona Wastra Jawa Timur dan Karya Batik Adiluhung”, kegiatan berlangsung pada 10-12 September 2026 dengan tujuan Surabaya dan Bangkalan, Madura.
Salah satu agenda menarik dalam perjalanan tersebut adalah WastraTalk di Kereta Api Indonesia (KAI). Peserta dari Batam, Jabodetabek, hingga Dubai mengikuti diskusi mengenai batik dan wastra Nusantara sepanjang perjalanan menggunakan Kereta Api Anggrek melalui jalur Pantai Utara Jawa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Wisata Wastra yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga dalam periode 2023-2027. Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Himpunan Wastraprema serta rangkaian menuju Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.
Memanfaatkan perjalanan kereta sebagai ruang belajar, HWP menghadirkan diskusi yang dikemas secara santai dan interaktif. Ketika kereta memasuki wilayah Jawa Barat, peserta mengikuti pembahasan mengenai keunikan Batik Pesisir Utara Jawa Barat yang disampaikan Agus Purwanto dari Batik Tigaputeri, yang juga Wakil Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI).
Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenal karakter, keunggulan, serta keunikan batik yang berkembang di sepanjang kawasan Pesisir Utara Jawa Barat, termasuk batik yang telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis.
Diskusi tidak hanya berlangsung secara teoritis. Peserta juga mendapat kesempatan melihat dan memegang langsung sejumlah kain batik yang dibawa dalam perjalanan. Interaksi langsung dengan kain tersebut memberikan pengalaman untuk memahami karakter visual, teknik, serta proses kreatif yang berada di balik setiap karya batik.
Suasana semakin cair setelah peserta menikmati makan siang berupa nasi jamblang di dalam Kereta Anggrek. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua ketika kereta memasuki wilayah Jawa Tengah.
Ketua Himpunan Wastraprema, Neneng Iskandar, menyampaikan materi mengenai keunikan Batik Nitik dan Jlamprang dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua jenis batik tersebut menjadi bagian dari kekayaan wastra yang memiliki karakter motif dan sejarah perkembangan tersendiri.
Wisata Wastra 2026 dirancang sebagai wisata budaya yang edukatif sekaligus ramah lingkungan. Selain diskusi bersama ahli, mahasiswa dan pencinta wastra, rangkaian kegiatan juga mencakup pertemuan langsung dengan pengrajin untuk melihat proses pembuatan batik di berbagai daerah.
Melalui konsep batik on train, perjalanan menuju Surabaya tidak sekadar menjadi perpindahan antarkota, tetapi juga ruang untuk mengenal, mendiskusikan, dan mengalami langsung kekayaan batik Indonesia. Konsep tersebut mempertemukan perjalanan, edukasi, komunitas, dan pelestarian wastra dalam satu rangkaian kegiatan.


