Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penguatan ekosistem pariwisata nasional melalui ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025). Acara yang digelar pada 5 Desember 2025 di Jakarta ini menjadi ruang apresiasi bagi para mitra industri yang dinilai konsisten mendukung promosi pariwisata Indonesia melalui kerja sama kreatif, strategis, dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan bahwa WIA 2025 merupakan momentum untuk menghargai kontribusi para stakeholder yang telah mendukung kampanye Wonderful Indonesia, baik melalui co-branding, aktivasi digital, maupun program pemasaran terpadu. Menurutnya, sinergi antar-mitra menjadi pilar penting bagi industri pariwisata agar tetap relevan dan adaptif di tengah perubahan perilaku wisatawan.
Salah satu program yang menonjol dalam ekosistem ini adalah Co-Branding Wonderful Indonesia, sebuah skema pertukaran nilai yang memungkinkan mitra dan pemerintah menyelaraskan pesan serta mengintegrasikan elemen branding. Skema ini terbukti memperluas jangkauan promosi destinasi dan meningkatkan awareness publik secara signifikan.
Pada WIA 2025, terdapat dua kategori penghargaan utama: Most Collaborative Co-Brand dan Tourism Partner of the Year. Setelah melalui proses kurasi mendalam, analisis dokumen, evaluasi media sosial, dan sesi presentasi, Kemenpar menetapkan 15 besar nominasi dari kedua kategori tersebut.
Untuk kategori Most Collaborative Co-Brand, nominasi mencakup Grab Indonesia, Oppo Indonesia, Atourin, PT Kreasi Pala Nusantara, dan PT Rumah Atsiri. Sementara untuk kategori Tourism Partner of the Year, nominasi meliputi tiket.com, PT Amerta Indah Otsuka, TMII, PT Acaraki Nusantara Persada, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Pada malam anugerah, PT Grab Teknologi Indonesia diumumkan sebagai pemenang Most Collaborative Co-Brand, sedangkan tiket.com meraih Tourism Partner of the Year. Para pemenang dianggap berhasil memberikan dampak nyata bagi ekosistem pariwisata melalui integrasi brand yang inovatif dan konsisten.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan, Vinsensius Jemadu, turut menegaskan bahwa keberlanjutan kolaborasi menjadi faktor penting dalam memperkuat pariwisata Indonesia. “Inovasi tidak lahir dari satu pihak saja. Butuh kolaborasi lintas sektor agar strategi pemasaran pariwisata semakin efektif dan menjangkau publik yang lebih luas,” ujarnya.
Proses penilaian WIA 2025 melibatkan dewan juri dengan latar belakang beragam, termasuk kreator industri kreatif, akademisi, analis big data, praktisi PR, dan tokoh media. Kehadiran juri lintas disiplin memastikan objektivitas dan mengakomodasi perspektif yang komprehensif mengenai efektivitas kampanye co-branding.
Malam penganugerahan ini sekaligus menjadi ajang pertemuan para mitra yang selama ini berperan aktif dalam memperluas eksposur Wonderful Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui kampanye terpadu, aktivasi digital, dan kolaborasi brand, mereka turut memperkaya narasi pariwisata Indonesia dan memperkuat kredibilitas destinasi Nusantara.
Kemenpar berharap WIA 2025 dapat mendorong lahirnya kolaborasi-kolaborasi baru yang lebih progresif, serta memperkuat posisi Wonderful Indonesia sebagai brand pariwisata kebanggaan bangsa yang kompetitif di kancah global.

