Jakarta – Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) memanfaatkan panggung talk show dalam Pameran Puspa Nuswantara untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, kembali mencintai tradisi berkain sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Selain mengedukasi mengenai filosofi berkain, KCBI juga memperkenalkan ragam motif batik khas Jawa Barat yang memiliki keunikan serta nilai budaya yang masih relevan hingga kini.
Ketua KCBI Bandung, Nuryanti Widya, mengatakan berkain bukan sekadar pilihan busana, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan lintas generasi. Menurutnya, kain tradisional mencerminkan karakter perempuan Indonesia yang anggun, berkelas, dan bermartabat.
“Berkain bukan hanya soal cara berpakaian, tetapi juga cara menjaga jati diri perempuan Indonesia yang anggun, berkelas, dan bermartabat di tengah perubahan zaman,” ujar Nuryanti dalam talk show tersebut.
Ia menjelaskan, tradisi berkain memiliki aturan tersendiri. Kain yang dikenakan sebaiknya tetap berupa sehelai kain utuh tanpa dipotong, kemudian dikenakan menggunakan teknik pemakaian khas sesuai tradisi masing-masing daerah. Cara tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga nilai dan makna budaya yang terkandung di dalam setiap lembar kain.
Dalam paparannya, KCBI juga menegaskan bahwa menjaga tradisi berkain bukan berarti menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, kebiasaan mengenakan kain tradisional dapat berjalan berdampingan dengan gaya hidup modern, selama nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan.
Di tengah maraknya tren fast fashion, berkain dinilai menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya Indonesia. Semakin banyak masyarakat memilih mengenakan kain tradisional, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan para perajin, penenun, pembatik, hingga pelaku usaha wastra di berbagai daerah.
Karena itu, KCBI mendorong generasi muda diberikan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap kain dengan gaya yang lebih kreatif dan sesuai perkembangan zaman. Pendekatan tersebut diyakini mampu menumbuhkan rasa memiliki sekaligus kebanggaan terhadap kekayaan budaya lokal tanpa menghilangkan nilai tradisinya.
Melalui kegiatan di Pameran Puspa Nuswantara, KCBI berharap semakin banyak masyarakat mengenal keragaman motif batik Jawa Barat sekaligus menjadikan tradisi berkain sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi keberlangsungan industri batik dan wastra nasional.


