https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Spot Seru Di Yogya

Mangut Lele Mbah Marto Yogya
Bhumi Merapi Yogya
Bhumi Merapi Yogya

Yogya menjadi kota tak terlupakan bagi pengunjungnya karena punya keunikan budaya, sejarah, dan alamnya. Ditunjang kini dengan kreativitas masyarakatnya mengemas ragam wisata yang terkait dengan budaya, alam, dan masyarakatnya.

Candi Prambanan Yogya
Candi Prambanan Yogya

Prambanan

Candi ini merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Belum dapat dipastikan hingga saat ini tepatnya kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa. Tetapi kuat dugaan Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Ini tercatat dalam isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan kini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri dari halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). 

Di Kawasan Candi Prambanan, kerap digelar sendratari Ramayana dan berbagai event musik kelas nasional maupun internasional.   

Situs Keraton Ratu Boko Yogya
Situs Keraton Ratu Boko Yogya

Keraton Ratu Boko

Letaknya tiga kilometer arah selatan dari Candi Prambanan. Kawasan Ratu Boko berada di atas bukit berketinggian ± 195.97 meter di atas permukaan laut. Situs Ratu Boko merupakan reruntuhan sebuah kerajaan, maka sering disebut Kraton Ratu Boko.

Menurut legenda, situs tersebut merupakan istana Ratu Boko, ayah Rara Jonggrang, nama yang terkait dengan kisah Bandung Bondowo – Roro Jonggrang di Candi Prambanan. Diperkirakan situs Ratu Boko dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu. Ini kenapa ada dua unsur budaya yang terlihat dalama bangunan Kraton Boko, pengaruh Hinduisme dan Buddhisme.

Terdapat sebuah prasasti berangka tahun 792 Masehi, yakni prasasti Abhayagiriwihara, dan jadi dasar dugaan bahwa Kraton Ratu Boko dibangun oleh Rakai Panangkaran. Abhayagiriwihara sendiri diartikan sebagai biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh kedamaian. Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing.

Kraton Ratu Boko yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa kelompok bangunan. Sebagian besar di antaranya saat ini hanya berupa reruntuhan.

Tebing Breksi Yogya
Tebing Breksi Yogya

Tebing Breksi

Tebing Breksi jadi salah satu bukti sejarah pembentukan Pulau Jawa. Lokasi wisata ini terbentuk dari endapan abu vulkanik erupsi Gunungapi Semilir atau Gunungapi Purba sebelum Gunungapi Purba Nglanggeran. Hasil penelitian mendorong penetapan kawasan sebagai warisan geologis (geoheritage) melalui Keputusan Kepala Badan Geologi RI Nomor 1157.K/40/BGL/2014. 

Tanggal 30 Mei 2015, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan panggung terbuka “Tlatar Seneng”dan menetapkannya sebagai destinasi wisata Kota Yogya. 

Breksi pernah menjadi areal penambangan batu bagi warga sekitar dan punya luas area sisa penambangan sekitar 5600 meter persegi. Saat yang paling tepat berada di atas bukit Breksi paling romantis dinikmati pada saat sore hingga malam hari. Kita bisa menangkap semua keindahan yang ditawarkan Tebing Breksi di sisi barat dan utara.

Kerajinan Batik Giriloyo Yogya
Kerajinan Batik Giriloyo Yogya

Batik Giriloyo

Kerajinan batik Giriloyo diperkirakan dimulai abad ke-17, disaat sebagian besar penduduk menjadi abdi dalem kraton Yogyakarta yang bertugas merawat makam raja-raja Yogya-Solo yang dibangun di atas perbukitan Imogiri. Interaksi antara abdi dalem dan penduduk sekitar, membuahkan keterampilan khusus warganya mencanthing dan membuat batik. 

Hasil batik warga Giriloyo dijual setengah jadi ke juragan-juragan batik di pusat kota di sekitar Kraton Yogyakarta. 

Pasca gempa tahun 2006, Giriloyo bangkit dari trauma dengan membentuk kelompok-kelompok batik, didukung oleh Pemerintah ataupun LSM sosial dengan cara memberikan banyak pelatihan dan keterampilan membatik dari para ahli batik. Tujuannya adalah agar hasil batik tidak lagi setengah jadi tetapi dapat dijual dalam bentuk jadi.

Cepuri Parangkusumo Yogya
Cepuri Parangkusumo Yogya

Cepuri Parangkusumo

Kisah mistis sejarah ada di tempat ini. Ada dua batu di dalamnya, satunya bernama selo ageng dan selo sengker. Struktur pagar yang mengelilingi selo ageng dan selo sengker berukuran 16,4 m x 13,22 meter dan tinggi tembok 1,27 m serta tebalnya 0,25 m dengan gapura menghadap ke arah selatan.

Cepuri Parangkusumo merupakan titik kumpul tempat dilaksanakannya Upacara Labuhan yang diselenggarakan setiap tahun, baik oleh pihak keraton maupun masyarakat. Sampai saat ini Cepuri Parangkusumo banyak dikunjungi oleh peziarah terutama pada hari malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon.

Pantai Parangtritis Dan Pantai Parangkusumo

Sebagai tempat wisata, Pantai Parangtritis paling terkenal sejak dulu. Tetapi untuk Pantai Parangkusumo, terkenal dengan tempat upacara keraton untuk syukur bumi. Keduanya masih berada di garis pantai yang sama dan hanya berjarak satu kilometer. Sebelum dikenal pantai-pantai lainnya, kedua pantai ini paling terkenal. Kini sudah ada satu garis pantai lainnya yang tak kalah indahnya seperti Pantai Baron, Pantai Indrayanti, Pantai Wedi Ombo, dan pantai-pantai lainnya. Semua pantai-pantai tersebut menghadap Samudera Hindia yang terkenal besar ombaknya. 

Pantai Cemara Sewu Yogya
Pantai Cemara Sewu Yogya

Pantai Cemara Sewu

Pantai Cemara Sewu juga masih berada dalam satu garis pantai dengan Parangtritis dan Parangkusumo. Bahkan saling berdekatan. Keunikan dari Pantai Cemara Sewu adalah banyak tumbuhnya pohon cemara pantai yang membuat teduh kawasan sekitar. Selain menikmati pemandangan pantai, pengunjung bisa menggelar ragam kegiatan di sela-sela hutan cemara pantai tersebut. 

Kerajinan Gerabah Kasongan Yogya
Kerajinan Gerabah Kasongan Yogya

Gerabah Kasongan

Pembuatan seni kerajinan gerabah di Kasongan sudah dimulai sejak Perang Diponegoro (1825-1830). Gerabah yang dibuat awalnya adalah peralatan masak dan peralatan rumah tangga seperti kuali, pengaron, kendil, anglo, cowek, dan sebagainya. Sejalan dengan perkembangan zaman, perajin gerabah Kasongan selalu up to date dengan kebutuhan konsumen, seperti membuat pot, patung dekorasi pekarangan rumah, dan barang asesoris serta cinderamata lainnya.

Desa Kasongan bahkan mampu menghasilkan gerabah berkualitas ekspor. Hasil buah tangan warga sana telah banyak yang berhasil menembus pasar dunia hingga Eropa dan Amerika.

Gumuk Pasir

Istilah gumuk pasir dalam dunia geologi, terbentuk karena angin yang membuat pasir menjadi tumpukan berupa bukit. Lewat Jogja Geowisata sebagai operator tour-nya, mengkhususkan mengelola tempat wisata yang berkaitan dengan fenomena geologis di wilayah Yogyakarta.

Di Situs Parangtritis Geomaritime Science Park menjelaskan, Gumuk Pasir Parangkusumo termasuk dalam gumuk pasir pesisir (coastal dunes). Gumuk pasir ini terdapat di seluruh garis lintang di dunia, mulai dari kutub hingga khatulistiwa.  Di Asia Tenggara, coastal dunes sedikitnya terdapat di tiga negara, yakni Filipina (La Paz Sand Dunes), Vietnam (Mui Ne Sand Dunes), dan Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa gumuk pasir yang memanjang di selatan Jawa. Namun, pembentukan paling signifikan terdapat di DI Yogyakarta.

Bhumi Merapi Yogya

Agrowisata Bhumi Merapi

Bhumi Merapi adanya di Jalan Kaliurang Km 20, Dusun Sawungan, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Destinasi ini berkonsep agrowisata dan edukasi sangat cocok untuk anak-anak yang ingin tahu banyak tentang alam dan isinya. Agrowisata Bhumi Merapi ini juga memiliki fasilitas area kemping, kemah dan outbond. Di sini, terdapat wahana untuk mengenalkan anak-anak dengan berbagai jenis hewan mamalia dan reptil. Buat yang ingin selfie, terdapat studio unik berkonsep kota-kota terkenal dunia.

Museum History of Java

Untuk mengajak kembali generasi muda masuk museum, tidak mudah. Diperlukan trik khusus sesuai zamannya. Museum History Of Java memanfaatkan augnment reality yang melibatkan panca indera manusia untuk merasakan atmosfernya. Koleksi yang disimpan lebih dari 200 benda bersejarah, di antaranya hiasan kayu ukiran sosok Semar yang diperkirakan dari abad 19. Selain itu, ada tempat mencuci keris yang berasal dari abad 18, lentera dari abad 11-13 di masa Kerajaan Kediri atau Kadiri, serta figur berbentuk kepala garuda yang diperkirakan dibuat pada abad 19 di era kerajaan Cirebon.

Koleksi lainnya pataka atau panji militer yang bentuknya masih utuh dari abad 13 masa Kerajaan Majapahit. Pataka ini berbentuk trisula dengan hiasan kepala naga. Pataka tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari yang kemudian diwariskan ke kerajaan Majapahit. 

(Box)

The Lost World

Pasca erupsi Gunung Merapi tak diratapi sebagai musibah berkepanjangan. Kebangkitan korban terdampak letusan Gunung Merapi disiasati dengan perbaikan ekonominya. Salah satu pendongkrak ekonomi warga sekitar adalah Jeep Lava Tour. Salah satu spot perjalanan Jeep Lava Tour tersebut adalah The Lost World, bangunan berbentuk kastil dengan konsep foto selfie di beberapa spot-spot unik yang disediakan.

Museum Gunung Merapi Yogya
Museum Gunung Merapi Yogya

Museum Merapi

Berdiri artistik dengan latar agungnya Gunung Merapi, museum 2 lantai yang diresmikan tahun 2010 silam ini menjadi salah satu tempat wisata menarik di daerah Hargobinangun, Sleman. Bentuk bangunannya unik, berbentuk trapesium dengan salah satu sisi puncaknya mengerucut membentuk segitiga.

Di dalam museum, terdapat replika sebaran awan panas dari tiga buah letusan Gunung Merapi, yakni letusan tahun 1969, 1994 dan 2006. Dengan menekan salah satu tombolnya, maka sebaran awan panas dan aliran lava pijar akan terlihat menyerupai kejadian waktu itu. 

Museum Ullen Sentalu Kaliurang Yogya
Museum Ullen Sentalu Kaliurang Yogya

Museum Ullen Sentalu

Museum pribadi yang terbuka untuk umum ini dibuat oleh keluarga Haryono, bangsawan asal Keraton Yogyakarta yang dekat dengan Keraton Surakarta. Ia terpanggil melestarikan budaya dan mendirikan museum ini. Gagasan mendirikan museum di kaki Gunung Merapi direalisasikan di tahun 1990-an.

Museum Ullen Sentalu punya konsep arsitektur gothic Eropa, yang dipadukan dengan koleksi peninggalan Kerajaan Mataram.  Beberapa koleksi bersejarah yang ada di museum ini dapat ditemukan di ruang Seni Tari dan Gamelan, ruang Guwa Sela Giri, ruang Kampung Kambang, Koridor Retja Landa, maupun ruang Budaya.  Ruang Seni Tari dan Gamelan memamerkan seperangkat gamelan yang berasal dari Kasultanan Yogyakarta, yang pernah digunakan untuk pertunjukan wayang di Yogyakarta.

Tlogo Putri Kaliurang Yogya
Tlogo Putri Kaliurang Yogya

Tlogo Putri

Ini merupakan kawasan puncak Kota Yogya. Udaranya sejuk dan kini berkembang banyak destinasi wisata. Di tahun 80-an, Tlogo Putri Kaliurang ini sempat memiliki kolam renang umum, tapi akhirnya tutup setelah munculnya lokasi-lokasi wisata di sekitar Yogya. 

Di lokasi ini, pengunjung bisa bisa menikmati pemandangan yang indah, namun juga bisa menjajal berbagai permainan, seperti flying fox, dan juga naik kano atau naik bebek di sekitar telaga. Lebih dari itu, pengunjung juga bisa menjelajahi kawasan hutan yang dikelola langsung oleh Perhutani karena memang Tlogo Putri ini berada di dalam kompleks yang sama dengan Bukit Plawangan Turgo.

Di dalam hutan pun masih ada beberapa obyek wisata yang bisa Anda kunjungi, yaitu Kaliadem atau Kalikuning, Watu Kemloso, juga Air Terjun Tlogo Muncar. Di lokasi wisata ini juga tersedia basecamp lava tour merapi yang bisa dipesan secara khusus.

Merapi Park Yogya
Merapi Park Yogya

Merapi Park

Dunia media sosial kini marak. Para pemilik akunnya sangat tertarik dengan tempat-tempat menarik untuk foto dan bergaya. Maka muncul istilah instagramable alias spot foto menarik yang mendukung gaya seseorang tampil di kamera. Merapi Park punya sarana itu dan diincar sebagai spot foto instagramable, karena punya The World Landmark atau ikon-ikon bangunan dunia dalam bentuk miniatur.  

Situs Warungboto Yogyakarta
Situs Warungboto Yogyakarta

Situs Warungboto

Situs Warungboto punya nama asli Pesanggrahan Rejawinangun. Pesanggrahan ini punya fungsi sebagai rumah peristirahatan keluarga kerajaan di masa silam. Karena berfungsi sebagai tempat istirahat, maka situs Warungboto dirancang dengan kolam dan taman. Situs yang berada di tengah pemukiman warga ini kini telah direnovasi dan menarik buat disambangi.

Anak presiden RI ke-7, Kahiyang Ayu, saat pemotretan prewedding dengan Bobby Nasution, menaikkan popularitas situs ini kembali. 

Kopi Klotok Pakem Yogya
Kopi Klotok Pakem Yogya

Kopi Klotok

Warung ini menerapkan prinsip kejujuran pengunjungnya. Sikapnya yang terbuka mulai dari datang, mengambil dan memesan makanan serta minuman, dan pembayaran di akhir, butuh komitmen kuat pengunjungnya. Warung ini telah mengambil risiko besar dengan cara tersebut, tetapi ini dilakukan karena prinsip ikhlas pemiliknya dan menghargai pengunjungnya adalah orang baik semua.

Menu makanannya terbilang murah meriah dengan sistem prasmanan. Untuk kopi klotok andalan warung setempat, dihargai Rp 5000 / gelas. Untuk prasmanan ditentukan dari lauknya. Pengunjung yang datang juga dari kalangan pembesar hingga warga biasa. Warung Kopi Klotok lebih tepat disebut rumah ketimbang warung, dan suasana rumahan ini banyak dirindukan pengunjungnya.

Bakmi Jowo Mbah Gito Yogya
Bakmi Jowo Mbah Gito Yogya

Bakmi Jowo Mbah Gito

Masuk ke dalam, lantunan musik tradisional uyon-uyon gending mengiringi pengunjung menuju meja pilihannya. Bangunan warung dulunya adalah kandang sapi yang disulap sedemikian rupa menjadi tempat makan. Perkakas-perkakas tradisional seperti lonceng sapi, lampu teplok, lampu gantung antik khas Jawa, lampu andong, kukusan tempat menanak nasi, tenggok, kendi, poci, dan tempat untuk mencari rumput terpasang rapi di setiap penjuru warung.

Bakmi Jowo Mbah Gito terkenal hingga mancanegara, dan menu yang dihadirkan tidak banyak, hanya berupa mie goreng, mie godog, rica-rica, dan nasi goreng, tetapi rasanya seperti melemparkan pengunjung ke alam pedesaan di Jawa.

Mangut Lele Mbah Marto Yogya
Mangut Lele Mbah Marto Yogya

Mangut Lele Mbah Marto

Mbah Marto dulunya pedagang keliling yang rajin berjalan hingga alun-alun utara untuk berjualan. Karena usia, ia kini berjualan di rumahnya di pelosok Bantul. Siapa sangka, justru pengunjungnya berduyun-duyun datang untuk menikmati aneka sajian masakan Mbah Marto. Ada beberapa baskom besar berisi mangut lele, gudeg, krecek, telur dan tahu areh, ayam opor, dan lain-lain di atas dipan bambu yang lebih mirip lincak berukuran agak besar itu. Pengunjung diarahkan untuk mengambil sendiri makanannya ke dapur utama.

Para penikmat kuliner sejati tak boleh melewatkan kuliner satu ini meski lokasinya mblusuk atau terpelosok. Kuliner tradisional khas Mataraman (Jogja-Solo) dan Semarang-Kendal ini tentunya akan menghidupkan kembali memori masa kecil akan kampung halamannya.

Jadah Bacem Mbah Carik Yogya
Jadah Bacem Mbah Carik Yogya

Jadah Tempe Mbah Carik

Di tahun 50-an ada pesanggrahan keluarga Keraton Yogyakarta di Kaliurang. Penjual bacem bernama Mbah Ngadikem menjadi langganan keluarga tersebut. Dulunya berjualan di sekitar Taman Kanak-Kanak Kaliurang, oleh Gusti Pintaka istri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, disarankan berjualan di kawasan wisata Tlogo Putri.  Tidak hanya menjual tahu dan tempe bacem atau pecel, beliau berinovasi untuk menjual jadah yang dipadukan dengan tempe bacem. 

Karena disukai oleh kerabat kertaon, pihak keraton memberikan nama  usaha jadah tempe Mbah Ngadikem menjadi “Jadah Tempe Mbah Carik” karena Mbah Ngadikem merupakan istri seorang carik desa. Akhirnya sebutan itu menjadi brand usaha jadah tempe legendaris di Jogja dan mendapatkan penghargaan sebagai pencetus pertama jadah tempe.

Tengkleng Gajah Yogya
Tengkleng Gajah Yogya

Tengkleng Gajah

Gimmick marketing-nya cukup lihai. Menggunakan nama Gajah, tetapi tengkleng yang dihadirkan justru tengkleng kambing. Ukurannya terbilang besar untuk satu porsinya, maka disebut berukuran Gajah. Untuk rasa, terbilang lezat dan unik. Olahan dagingnya dibuat empuk dan tidak alot. Seperti kebiasaan penikmat tengkleng, momen menyeruput sumsum adalah kenikmatan tersendiri.

Kopi Randu Bibis Yogya

Kopi Randu Bibis

Bukit di wilayah Bantul banyak dijadikan spot wisata alam dengan kemasan resto atau rumah makan. Salah satu yang tak ingin ketinggalan tren tersebut adalah Kopi Randu Bibis. Pemandangan Kota Yogya dari kejauhan serta hamparan persawahan Bantul menjadi penyejuk mata pengunjung, utamanya di sore dan pagi hari. Kopi Randu Bibis banyak didatangi grup-grup pesepeda dan rombongan. Makanan yang disajikan berupa prasmanan dengan menu kampung. Harga menunya relatif terjangkau ala harga kuliner Yogya.

Nah, siap disambangi yang mana?

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kantor Pos Malioboro

Jalan Jalan Di Malioboro Jogja

Keraton Kasultanan Surakarta Kota Solo

Sejarah Kota Solo