https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

IDE.IND 2026 Yogyakarta Jadi Ruang Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Menteri Ekraf Dorong Produk Lokal Go Global

IDE.IND 2026 di Yogyakarta jadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif untuk memperluas pasar dan mendorong produk lokal go global.

Yogyakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan IDE.IND 2026 yang digelar di Plaza Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari program Creative by Indonesia tersebut dinilai tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang kolaborasi yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Saat meninjau berbagai booth kreatif di lokasi acara, Menteri Ekraf menegaskan bahwa IDE.IND 2026 dirancang untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

“Melalui IDE.IND, kami ingin memastikan bahwa karya dan produk kreatif lokal tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga memiliki peluang untuk tumbuh menjadi produk nasional bahkan go global,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan karya kreatif Indonesia, membangun jejaring, membuka peluang usaha, serta memperluas akses pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Tidak hanya menghadirkan pameran produk, IDE.IND 2026 juga diisi dengan berbagai aktivitas seperti talkshow, promosi produk kreatif, aktivasi komunitas, hingga kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif. Sebanyak 20 booth jenama lokal yang mewakili 11 subsektor ekonomi kreatif turut meramaikan acara, mulai dari subsektor kriya, fesyen, kuliner, hingga gim dan animasi.

Pelaksanaan IDE.IND tahun ini melibatkan kolaborasi lintas subsektor di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dampak kegiatan tidak berhenti sebagai sebuah event semata, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

“Harapan kami sederhana, semakin banyak ruang bagi pelaku kreatif untuk tumbuh, semakin kuat pula ekonomi kreatif Indonesia sebagai The New Engine of Growth,” kata Menteri Ekraf.

Yogyakarta dipilih sebagai kota pertama penyelenggaraan IDE.IND 2026 karena dinilai memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi kreatif nasional. Selain dikenal sebagai kota budaya, Yogyakarta juga menjadi tempat tumbuhnya berbagai talenta kreatif, komunitas, pelaku usaha kreatif, dan ruang-ruang kolaborasi yang berkembang secara organik.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut positif penyelenggaraan IDE.IND 2026 yang dinilai sejalan dengan upaya penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, inovasi, dan transformasi digital.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, perlindungan kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pasar.

“Subsektor kuliner, fashion, dan kriya bukan sekadar kategori industri. Ketiganya merupakan cara Yogyakarta mengekspresikan identitasnya kepada dunia sekaligus membuktikan bahwa identitas budaya dan daya saing ekonomi dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Ia menambahkan, IDE.IND menjadi ruang penting yang mempertemukan kreativitas, inovasi, dan peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif Indonesia.

Melalui penyelenggaraan perdana di Yogyakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap IDE.IND 2026 dapat menjadi titik awal penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Program ini juga diharapkan mampu menginspirasi daerah-daerah lain untuk terus mengembangkan potensi kreatif lokal sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Perjalanan batik Pasuruan menunjukkan bahwa tradisi dapat berjalan beriringan dengan inovasi. Ketika banyak industri tekstil berlomba memproduksi kain secara cepat dan massal, para pembatik Pasuruan justru mempertahankan proses alami yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi.

Inovasi Desain Produk Batik: Peran Pendidikan dalam Menjaga Daya Saing Industri Tradisional

Kemenekraf usulkan Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia sebagai program unggulan 2027 penggerak ekonomi nasional.

Kemenekraf Usulkan Tiga Program Unggulan 2027, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru