in

Warisan Budaya Nias Selatan Terancam Tergerus? Fadli Zon Serukan Kolaborasi Nasional untuk Menjaganya

Fadli Zon mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pelestarian warisan budaya Nias Selatan sebagai identitas bangsa.
Fadli Zon mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pelestarian warisan budaya Nias Selatan sebagai identitas bangsa.

Nias Selatan – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga warisan budaya Nias Selatan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Nias Selatan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, sektor swasta, hingga masyarakat.

Dalam sambutannya di Lapangan Orurusa, Teluk Dalam, Fadli Zon menilai Nias Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat penting bagi Indonesia. Tradisi lompat batu (hundu batu), rumah adat Omo Sebua dan Omo Hada, situs batu megalitik, hingga pengetahuan tradisional masyarakat merupakan warisan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia juga menegaskan bahwa kawasan budaya Bawomataluo akan terus diperjuangkan menjadi Warisan Dunia UNESCO.

Menurut Fadli Zon, derasnya arus modernisasi dan globalisasi menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan budaya lokal. Karena itu, pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional sekaligus amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia.

Ia menekankan bahwa semangat tema peringatan HUT ke-23 Kabupaten Nias Selatan, “Talahi Bersama Membangun Nias Selatan”, harus diwujudkan melalui kerja sama nyata seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, komunitas budaya, dunia usaha, hingga masyarakat dinilai memiliki peran yang sama penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk mendorong pelestarian dan revitalisasi rumah-rumah adat di Nias Selatan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap arsitektur tradisional sekaligus menciptakan ruang yang lebih luas bagi seniman, budayawan, komunitas adat, dan pelaku budaya untuk terus berkarya.

Selain sebagai identitas bangsa, Fadli Zon menilai kekayaan budaya Nias Selatan memiliki potensi besar untuk mendorong sektor pariwisata berbasis budaya. Beragam seni pertunjukan, tradisi, dan peninggalan budaya diyakini mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyatakan peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan pembentukan daerah sekaligus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pembangunan. Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat kebersamaan sebagai fondasi pembangunan menuju masa depan yang lebih baik.

Menutup kunjungannya, Fadli Zon berharap kekayaan budaya Nias Selatan tetap lestari dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi kontribusi penting Indonesia dalam peradaban dunia. Kementerian Kebudayaan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Pemerintah dorong kuliner Indonesia menembus pasar Eropa lewat S'RASA di Belanda, membuka peluang ekspor dan bisnis global.

Kuliner Indonesia Masih Sulit Tembus Eropa? Pemerintah Andalkan S’RASA untuk Rebut Pasar Belanda

Indonesia dan Maroko perkuat diplomasi budaya lewat Malam Seni, membuka peluang kerja sama seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Di Tengah Geopolitik Memanas, Indonesia dan Maroko Pilih Diplomasi Budaya Lewat Kolaborasi Seni