Jakarta – Di tengah dominasi tren streetwear global yang banyak mengadopsi budaya Barat, label mode Indonesia DACIA justru mengambil arah berbeda. Melalui koleksi terbaru bertajuk ORIGO S/S27, desainer Daciadhia Phoebehana mengangkat warisan budaya Pulau Bangka sebagai inspirasi utama, sekaligus membuktikan bahwa identitas lokal dapat tampil relevan dalam fesyen kontemporer.
Koleksi tersebut diperkenalkan dalam BRI JF3 Fashion Festival 2026 sebagai representasi eksplorasi identitas melalui pendekatan desain modern. Nama ORIGO, yang dalam bahasa Latin berarti “asal-usul”, menjadi simbol perjalanan kembali pada akar budaya yang diterjemahkan ke dalam gaya streetwear khas DACIA.
Daciadhia Phoebehana, pendiri DACIA, dikenal sebagai desainer yang mengembangkan busana siap pakai dengan siluet berani, detail fungsional, dan desain yang inklusif terhadap gender. Lulusan BINUS Northumbria School of Design yang juga pernah memperoleh beasiswa ke Istituto Marangoni Milano itu telah menampilkan karyanya di berbagai ajang mode nasional maupun internasional, termasuk Dubai Fashion Week.

Dalam koleksi ORIGO S/S27, Phoebe mengambil inspirasi dari lanskap Pulau Bangka, mulai dari garis pantai granit, warna-warna alami, hingga Kain Cual, salah satu warisan tekstil khas Bangka Belitung. Namun, alih-alih menghadirkan kembali busana tradisional dalam bentuk aslinya, unsur-unsur budaya tersebut diolah menjadi koleksi streetwear yang modern, ekspresif, dan mudah dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.
ORIGO S/S27 terdiri atas enam tampilan busana dengan siluet oversized, tailoring yang santai, konstruksi modular, dan berbagai detail fungsional. Salah satu inovasi utamanya adalah penggunaan Kain Cual sebagai elemen busana yang dapat dilepas dan dipasang. Pendekatan tersebut memungkinkan satu pakaian dikenakan dalam berbagai gaya, mulai dari tampilan formal hingga kasual, sekaligus memperpanjang masa pakai produk.
Konsep fleksibilitas juga diperkuat melalui penggunaan siluet oversized yang dapat dikenakan oleh berbagai bentuk tubuh. Bahkan, satu busana dirancang agar dapat digunakan bergantian oleh anggota keluarga atau teman, sehingga mendorong pola konsumsi fesyen yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Komitmen terhadap keberlanjutan bukanlah hal baru bagi DACIA. Sebelumnya, label ini telah memperkenalkan koleksi SUSTINERI: Menswear F/W23 dan SUSTINERI: Denim F/W23, yang berfokus pada desain bertanggung jawab dan pemanfaatan material secara lebih bijaksana. Melalui ORIGO S/S27, konsep tersebut dikembangkan melalui pendekatan adaptabilitas, daya tahan, dan inklusivitas.

Koleksi ini juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan DACIA karena merupakan koleksi pertama yang akan dipasarkan secara komersial kepada masyarakat. Setelah diperkenalkan di BRI JF3 Fashion Festival 2026, ORIGO S/S27 dijadwalkan hadir di LAKON Store pada akhir 2026 atau awal 2027 dalam format ready-to-wear.
Melalui ORIGO S/S27, Daciadhia Phoebehana menunjukkan bahwa streetwear tidak harus selalu mengacu pada budaya populer global. Sebaliknya, identitas lokal seperti Kain Cual Bangka dapat menjadi sumber inspirasi yang kuat untuk melahirkan karya fesyen modern yang fungsional, inklusif, dan memiliki cerita yang relevan bagi generasi masa kini.


