Candi Prambanan kembali menegaskan perannya sebagai ruang spiritual dan kebudayaan yang hidup melalui gelaran Prambanan Shiva Festival 2026. Perayaan yang berpuncak pada Mahashivaratri 2026 ini tidak sekadar menghadirkan ritual sakral umat Hindu, tetapi juga menjadi momentum merawat warisan budaya dan memperkuat harmoni lintas umat di Indonesia.
Persiapan festival dimatangkan melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan InJourney. Wakil Menteri bersama Asisten Deputi Bidang Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astuti serta Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Richard Panutur melakukan koordinasi intensif guna memastikan rangkaian acara berjalan optimal dan berdampak luas.
Sinergi ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan lintas sektor dalam memajukan kebudayaan serta pariwisata Indonesia. Festival ini diproyeksikan bukan hanya sebagai agenda keagamaan, melainkan juga sebagai daya tarik pariwisata budaya yang mampu menjawab tantangan global melalui kekuatan identitas bangsa.
Candi Prambanan, sebagai situs warisan dunia, dipandang sebagai panggung alami yang merepresentasikan kejayaan peradaban Nusantara. Melalui Prambanan Shiva Festival, nilai-nilai spiritualitas, toleransi, dan kekayaan tradisi dihidupkan kembali dalam suasana yang inklusif.
Masyarakat, khususnya umat Hindu, diundang untuk hadir pada 15 Februari 2026 dan merasakan pengalaman spiritual yang mendalam di kawasan Candi Prambanan. Festival ini diharapkan menjadi perjalanan batin yang berkesan sekaligus perayaan kebudayaan dan kerukunan antarumat beragama. Dengan kolaborasi yang kuat dan visi kebudayaan yang berkelanjutan, Prambanan Shiva Festival 2026 menjadi bukti bahwa warisan masa lalu dapat terus hidup, berkembang, dan menginspirasi masa depan Indonesia.

