Jakarta – Merlynn Park Hotel Jakarta kembali menggelar Festival Jali Jali 2026 sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan budaya Betawi sekaligus memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Mengusung tema “Melestarikan Warisan Budaya Betawi, Menguatkan UMKM, Membangun Jakarta yang Berbudaya”, festival menghadirkan beragam atraksi seni budaya, kuliner khas Betawi, hingga bazar produk kreatif UMKM binaan Dekranasda Jakarta Pusat.
Festival secara resmi dibuka oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., didampingi Ketua Dekranasda Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, M.Si. Acara tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas budaya Betawi, mitra kerja, media, serta masyarakat umum.
Sebagai agenda budaya tahunan, Festival Jali Jali tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali kekayaan budaya Betawi kepada generasi muda serta wisatawan domestik dan mancanegara.
Sepanjang Juni 2026, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari bazar produk kriya, fesyen, kerajinan tangan, dan produk kreatif lokal, pertunjukan Palang Pintu Betawi, pagelaran tari tradisional seperti Nandak Ganjen, hingga Festival Kuliner Betawi yang menyajikan aneka hidangan khas, antara lain Soto Betawi, Kerak Telor, Laksa Betawi, Gabus Pucung, Semur Jengkol, Asinan Betawi, Bir Pletok, Es Selendang Mayang, Dodol Betawi, Kembang Goyang, dan berbagai jajanan tradisional lainnya.
Selain itu, hotel juga menghadirkan berbagai program interaktif yang bertujuan memperkenalkan budaya Betawi kepada para tamu selama festival berlangsung.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengapresiasi konsistensi Merlynn Park Hotel Jakarta dalam mendukung pelestarian budaya Betawi melalui penyelenggaraan Festival Jali Jali setiap tahun.
Menurutnya, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, komunitas budaya, dan pelaku UMKM menjadi contoh nyata bagaimana budaya lokal dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Saya berharap Festival Jali Jali dapat terus menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat sekaligus menjadi media promosi budaya Betawi kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat akan terus mendorong sinergi dengan sektor swasta dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai bagian dari pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global.
Sementara itu, General Manager Merlynn Park Hotel Jakarta, Adolf Gustaf, mengatakan Festival Jali Jali telah menjadi bagian dari identitas hotel dalam mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia, khususnya budaya Betawi.
Menurut Adolf, hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga dapat menjadi ruang kolaborasi budaya, promosi pariwisata, serta pemberdayaan UMKM.
“Melalui Festival Jali Jali 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang autentik bagi seluruh tamu sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk-produk terbaiknya,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dekranasda Jakarta Pusat, mitra kerja, komunitas budaya, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival tersebut.
Festival Jali Jali 2026 menjadi bukti sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menghadirkan ruang kolaborasi yang mendukung pelestarian budaya, memperkuat ekonomi kreatif, serta meningkatkan daya tarik pariwisata Jakarta.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Merlynn Park Hotel Jakarta berharap Festival Jali Jali terus berkembang sebagai ikon budaya tahunan yang memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap menjunjung tinggi tradisi dan kearifan lokal.
Festival Jali Jali 2026 di Merlynn Park Hotel Jakarta hadir meriahkan HUT ke-499 Jakarta dengan budaya Betawi, kuliner, dan bazar UMKM.
