in

Poke Wayang di WCCE 2026, Perpaduan Wayang Kulit dan Pokémon Pikat Delegasi

Poke Wayang hadir di WCCE 2026, memadukan wayang kulit Indonesia dan Pokémon untuk mengenalkan budaya Nusantara kepada generasi muda.
Poke Wayang hadir di WCCE 2026, memadukan wayang kulit Indonesia dan Pokémon untuk mengenalkan budaya Nusantara kepada generasi muda.

Jakarta – Poke Wayang, pertunjukan yang memadukan seni wayang kulit tradisional Indonesia dengan karakter dan musik Pokémon, resmi diluncurkan dalam pembukaan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Kolaborasi ini menjadi inovasi seni pertunjukan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda dan khalayak internasional melalui kekayaan intelektual (intellectual property/IP) global.

Poke Wayang menghadirkan wayang kulit berbahan kulit kerbau dengan iringan aransemen musik orisinal Pokémon yang dimainkan menggunakan instrumen gamelan. Kolaborasi The Pokémon Company dengan seniman lokal Indonesia tersebut menggabungkan karakter budaya populer Jepang dengan tradisi pewayangan Jawa.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan kekayaan intelektual global untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional. Pengembangannya menjadi tindak lanjut dari Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026–2027 yang digelar di The St. Regis Jakarta pada 14 September 2026 dan dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar.

Angkat Kisah Pikachu dalam Lakon Wayang Kulit

Dalam pertunjukannya, Poke Wayang membawakan lakon berjudul Hutan Tanpa Selamat Pagi karya Toda Akihito. Cerita tersebut mengisahkan petualangan Pikachu dan sejumlah karakter Pokémon lainnya ketika menghadapi berbagai rintangan di sebuah hutan.

Melalui kisah itu, pertunjukan menyampaikan pesan mengenai pentingnya kerja sama dan sikap saling mendukung dalam menghadapi tantangan yang tidak dapat diselesaikan seorang diri.

Toda Akihito mengungkapkan kebanggaannya karena dipercaya mengembangkan cerita baru untuk seni wayang kulit Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Ia mengaku menyadari besarnya tanggung jawab dalam menggarap cerita yang menghubungkan karakter Pokémon dengan tradisi pewayangan.

Dalam video peluncuran Poke Wayang, Toda menceritakan proses kreatif yang dijalaninya hingga berhasil menyelesaikan naskah tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak di Indonesia dan Jepang yang terlibat dalam pengembangan proyek kolaboratif itu.

Perpaduan Budaya Indonesia dan Jepang

Dalang Ki Wahyu Dunung Raharjo menjelaskan bahwa Poke Wayang memperlihatkan bagaimana karakter budaya populer Jepang dapat berpadu secara harmonis dengan pakem tradisi Jawa.

Kolaborasi ini sekaligus membawa pesan tentang kerukunan dalam keberagaman. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat seni pewayangan lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda yang akrab dengan karakter Pokémon.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga disampaikan Ketua Umum SENAWANGI Bambang Soelistyo. Ia menilai Poke Wayang dapat menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan seni pewayangan sekaligus memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi baru.

“Wayang ini merupakan kebanggaan kita bersama. Dan ini adalah hasil karya kolaborasi luar biasa budaya Indonesia dengan Pokémon. Yuk kenali budaya Indonesia lebih dekat bersama Poke Wayang,” ujar Bambang dalam video peluncuran.

Pengembangan Poke Wayang melalui proses perancangan dan produksi yang panjang, termasuk diskusi intensif selama hampir satu tahun bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan media pengenalan budaya yang dekat dengan keseharian anak-anak tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

Perluas Kolaborasi Pokémon di Indonesia

Poke Wayang melanjutkan rekam jejak kolaborasi Pokémon dengan Indonesia. Sebelumnya, kolaborasi tersebut antara lain diwujudkan melalui kehadiran Pikachu pada livery pesawat Garuda Indonesia, karakter Pikachu berbatik, serta kerja sama musik bersama penyanyi dangdut Happy Asmara melalui lagu dan gerakan Goyang HEPIKA.

Kali ini, kolaborasi diperluas ke ranah seni pertunjukan tradisional dengan melibatkan Ki Wahyu Dunung Raharjo dari Sahabat Wayang.

Peluncuran Poke Wayang dalam WCCE 2026 menunjukkan potensi pemanfaatan kekayaan intelektual global untuk memperluas jangkauan seni dan budaya Indonesia. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui inovasi pertunjukan, perluasan kemitraan, serta penciptaan peluang ekonomi yang tetap berpijak pada pelestarian warisan budaya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

BRIN mempercepat hilirisasi nanoteknologi melalui ISNND 2026 untuk mendorong inovasi industri ramah lingkungan dan daya saing nasional.

BRIN Percepat Hilirisasi Nanoteknologi untuk Industri Ramah Lingkungan

Jakarta Fashion Week 2027 resmi dibuka dengan tema City of New Lights, menghadirkan desainer dunia dan mengangkat wastra Indonesia.

Jakarta Fashion Week 2027 Resmi Dibuka, Bidik Jakarta Jadi Pusat Mode Asia Tenggara