Penggunaan pewarna batik Remazol menjadi salah satu karakteristik Batik Tulis Candi di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Selain menghasilkan warna cerah atau mencolok, penggunaan pewarna tersebut turut menjadi bagian dari karakter visual kain yang diproduksi home industry tersebut.
Penelitian Utfaul Annisa dari Universitas Negeri Yogyakarta mencatat Batik Tulis Candi memiliki karakteristik unik dalam aspek motif dan warna. Salah satu motif khasnya adalah Jaduran yang mengambil inspirasi dari potensi alam dan budaya lokal Dolopo.
Nama Jaduran merupakan singkatan dari jati, durian, dan Situs Ngurawan. Motif tersebut terinspirasi dari kondisi wilayah Dolopo yang memiliki hutan jati, kebun durian, serta Situs Ngurawan yang disebut dalam penelitian sebagai peninggalan Kerajaan Gilang-gilang.
Selain motif Jaduran, Batik Tulis Candi juga menerima pembuatan motif sesuai keinginan konsumen.
Penelitian membagi motif yang dihasilkan Batik Tulis Candi ke dalam dua kelompok, yakni motif khas daerah atau lokal dan motif khas bebas.
Kelompok motif lokal terdiri atas Jaduran, Porang, Karesidenan Madiun, Durian, dan Kenanga. Sementara kelompok motif khas bebas terdiri atas Bunga Matahari Pelangi, Bunga Sepatu, Daun Rambutan, Ephorbia, Bunga Kecubung, Melati Air, Parang Arjuna, dan Rangrang.
Motif Porang terinspirasi dari tanaman porang yang tumbuh di kawasan pinggiran hutan Kabupaten Madiun dan disebut sebagai komoditas ekspor.
Sementara itu, motif Karesidenan Madiun mengambil inspirasi dari kekayaan budaya dan arsitektur kawasan tersebut. Motifnya memuat sejumlah unsur seperti pesawat, pabrik gula, pencak silat, dan kereta api, dengan tambahan bunga kenanga dan sulur-sulur.
Motif Durian juga mengangkat kekayaan alam Kecamatan Dolopo. Adapun motif Kenanga merupakan motif khas Kabupaten Madiun, meskipun setiap perajin dapat menghasilkan bentuk motif kenanga yang berbeda.
Pada kelompok motif bebas, Batik Tulis Candi mengembangkan motif yang terinspirasi dari berbagai sumber dan kemudian dibuat dengan gaya khas home industry tersebut. Motif yang dihasilkan antara lain Bunga Matahari Pelangi, Bunga Sepatu, Daun Rambutan, Ephorbia, Bunga Kecubung, Melati Air, Parang Arjuna, dan Rangrang.
Penggunaan Remazol turut menghasilkan karakter warna tersendiri. Penelitian mencatat Batik Tulis Candi melakukan satu kali proses pewarnaan sehingga bagian klowongan tetap berwarna putih. Hasilnya, kain memiliki tampilan warna yang cerah atau mencolok.
Penelitian juga menyebut motif Batik Tulis Candi masih dapat dikembangkan dari sisi estetika. Penataan dan penggayaan motif dinilai dapat ditingkatkan untuk menambah nilai estetika kain yang dihasilkan.
Dengan demikian, pewarna batik Remazol tidak hanya menjadi pilihan bahan dalam proses produksi Batik Tulis Candi, tetapi hadir bersama teknik pewarnaan dan pengembangan motif yang berangkat dari kekayaan alam serta budaya lokal Madiun.


