Subang โ Upaya menghidupkan kembali batik Subang selama lebih dari satu dekade terakhir tidak terlepas dari peran tiga sosok penting: Ratna Bambang Heryanto, Miftahul Huda, dan Mulyana. Mereka bekerja dari jalur berbedaโorganisasi, produksi, hingga penciptaan motifโnamun memiliki tujuan yang sama: menjaga batik Subang tetap hidup di tengah minimnya dukungan dan ketatnya persaingan pasar.
Ratna Bambang Heryanto, empat periode Ketua PHRI Subang, menjadi figur penting yang mendorong penggunaan batik Subang sejak 2012. Dengan jejaring organisasi dan perhotelan, Ratna melobi pemerintah daerah hingga organisasi perempuan untuk mewajibkan pemakaian batik lokal pada kegiatan resmi. โKalau pemerintahnya gencar, dukungannya kerasa banget,โ ujarnya. Langkah itu terbukti menggerakkan pesanan dan menjaga perajin tetap bertahan meski pasar belum stabil.
Di sisi produksi, Miftahul Huda, pendiri Sakabatik, memilih bertahan pada batik tulis meski penghasilan tidak menentu. Sejak belajar batik pada 2015, ia melatih ratusan orang dan mengembangkan motif Subang seperti nanas, sisingaan, hingga bejana perunggu. โKalau ada yang beli syukur, nggak ada yang beli ya tetap jalan,โ katanya. Huda mengakui hampir tidak ada dukungan pemerintah, namun mempertahankan idealisme demi menjaga proses batik tulis tetap hidup di Subang.
Sementara itu, Mulyana dari Batik Ganasan menjadi penggagas awal identitas batik Subang sejak 2010. Berangkat dari studi seni rupa, ia merumuskan motif Ganasan dan memperkenalkan Subang melalui pameran luar daerah sebelum akhirnya mendapat tempat di daerah sendiri. Ia menilai perkembangan batik Subang stagnan dalam satu dekade terakhir akibat minimnya regenerasi dan maraknya printing murah. โSubang butuh dorongan lebih kuat dari desain sampai promosi,โ tegasnya.
Meski menghadapi tantangan pasar, ketiganya sepakat bahwa keberlanjutan batik Subang bergantung pada komitmen bersama pemerintah, perajin, dan masyarakat. Upaya membangun ciri khas daerah melalui motif, edukasi, dan konsistensi produksi terus berjalan, meski laju perkembangan belum secepat daerah lain di Jawa Barat.
Artikel ini didukung oleh:

PT Arunika Jaya Persada adalah perusahaan layanan terpadu yang terus tumbuh dengan mengedepankan kualitas, profesionalisme, dan nilai kerja yang jujur serta kolaboratif. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari telekomunikasiโmeliputi instalasi, commissioning, hingga maintenanceโhingga konstruksi bangunan yang mencakup perencanaan, desain, implementasi, dan pemeliharaan.
Sebagai penyedia solusi teknologi, PT Arunika Jaya Persada menawarkan layanan IT end-to-end yang mencakup konektivitas (Internet, IP-VPN, VSAT-IP), pengembangan IoT (Smart School, Smart City, Smart Building, Smart Home), serta infrastruktur IT seperti data center, cloud, managed services, keamanan sistem, hingga pengembangan web dan aplikasi mobile.
Di sektor kesehatan, perusahaan ini juga menyediakan perangkat medis dan nonmedis untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan modern. Dengan komitmen pada kerja cerdas, sikap positif, dan kerja tim solid, PT Arunika Jaya Persada hadir sebagai mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk kebutuhan telekomunikasi, teknologi, konstruksi, dan kesehatan.

