Oleh: Komarudin Kudiya
Hari kedua World Eco Fiber and Textiles (WEFT) Forum 2025 menghadirkan salah satu sesi paling berkesan. Dr. Korakot Aromdee, seniman bambu kontemporer berusia 45 tahun asal Thailand, memukau para peserta dengan presentasinya yang bertajuk โContemporary Art Bamboo Craft from Thailand.โ Dengan gaya yang hangat, rendah hati, dan energik, ia membawa audiens menyusuri jejak kreatif yang berangkat dari tradisi keluarga sederhana hingga menjadi karya monumental di berbagai kota dunia.

Ia membuka presentasi dengan kisah masa kecilnyaโkisah tentang layang-layang tradisional yang diwariskan dari sang kakek. Di Thailand, layang-layang lebih dari sekadar permainan; ia adalah simbol budaya rakyat yang telah hidup berabad-abad. Sang kakek, lalu ayahnya, adalah pembuat layang-layang yang dihormati. Dari ayahnya itulah Dr. Korakot belajar memahami bambu: cara memilihnya, merawatnya, membuatnya lentur, dan mengolahnya menjadi kerajinan yang tahan lama.
โBambu memiliki jiwa. Jika kita menghargainya, ia memberi lebih dari sekadar bentuk, tetapi juga karakter,โ katanya, mengutip pesan ayahnya.
Dari bahan sederhana itu, keluarganya membuat berbagai kerajinan rumah tanggaโalat dapur, hiasan dinding, dan dekorasi kecil lainnya. Namun bagi Dr. Korakot, bambu bukan hanya material warisan; ia adalah media artistik yang mampu menjelma menjadi karya kontemporer berskala besar.
Dari Kerajinan Tradisional ke Desain Kelas Dunia

Melalui slide-slide yang ia tampilkan, tampak transformasi luar biasa dari karya-karyanya. Bambu yang dulu hanya dibuat menjadi perabot rumah tangga kini berubah menjadi lampu gantung monumental, instalasi seni raksasa, dekorasi interior kafe premium, hingga ornamen mewah di showroom brand global seperti Louis Vuitton.
Karya Dr. Korakot kini hadir di berbagai kota besar duniaโBangkok, Tokyo, Paris, New York, dan Dubai. Ia memamerkan proses kreatif mulai dari sketsa awal, pemilihan bambu, perakitan rangka, hingga finishing yang presisi. Semua itu dilakukan dengan perpaduan antara teknik tradisi keluarganya dan pendekatan desain modern yang ia kembangkan.
โSetiap karya bambu adalah perjalanan, bukan sekadar produk. Saya mewarisi teknik, tetapi mengubah visi agar bambu menjadi bahasa desain global,โ ujarnya.
Penjelasan itu disambut tepuk tangan hangat peserta forum.
Percakapan dengan Dr. Korakot: Pelajaran Berharga bagi Kreator Indonesia

Usai presentasi, saya berkesempatan berbincang lebih dalam dengan Dr. Korakot. Obrolan itu menghadirkan banyak wawasan bagi seniman, perajin, dan pelaku industri kreatif Indonesia. Salah satunya adalah tentang bagaimana mengelola usaha kreatif melalui tiga segmentasi produksi:
- Mass Production
Produk dalam jumlah banyak dengan harga terjangkau agar roda usaha terus berputar. - Medium Product
Produk kelas menengah yang memperkuat reputasi melalui desain dan kualitas lebih baik. - Masterpiece
Karya eksklusif, bernilai tinggi, yang menjadi ikon kreativitas sang perajin.
Menurutnya, seorang kreator harus mampu berada di ketiga jalur tersebut sekaligus. โMasterpiece saja tidak cukup. Mass production saja tidak cukup. Semuanya harus berjalan bersama-sama,โ katanya menegaskan.
Berani Tampil di Panggung Dunia
Ia juga memberikan pesan penting untuk para perajin Indonesia agar lebih sering mengikuti pameran internasional.
โDunia tidak akan tahu kemampuan kita jika kita tidak hadir di panggung global.โ
Pameran bukan hanya tempat menjual produk, tetapi ruang untuk bertemu gagasan baru, memahami standar kualitas internasional, dan membangun jejaring profesional.
Portofolio, Dokumentasi, dan Tim Kreatif yang Solid
Dr. Korakot menekankan pentingnya dokumentasi profesionalโfoto, video, dan narasi desain. Dokumentasi berkualitas tinggi adalah kunci untuk meyakinkan klien besar maupun kurator dunia.
Selain itu, ia menegaskan bahwa seorang kreator tidak bisa berkembang seorang diri.
โBangunlah tim yang solid. Libatkan anak-anak muda yang kreatif. Mereka membawa energi baru yang sangat dibutuhkan.โ
Dengan tim yang kuat, produksi akan lebih stabil, ide lebih banyak mengalir, dan kualitas lebih terjaga.
Mengumpulkan Inspirasi dari Banyak Sumber
Pesan terakhirnya menyentuh inti dari kreativitas:
โJangan hanya melihat satu sumber. Dunia terlalu luas untuk tidak dieksplorasi.โ
Ia mendorong para kreator untuk membaca lebih banyak, mengamati alam, mempelajari budaya lain, dan memadukan berbagai inspirasi menjadi gagasan baru yang segar.
Pelajaran Besar dari Bambu Thailand
Presentasi dan percakapan dengan Dr. Korakot Aromdee memberikan pelajaran berharga bagi dunia kriya Indonesia: bahwa bahan sederhana seperti bambu sekali pun dapat menjelma menjadi karya monumental bila disentuh dengan keahlian tradisi, visi besar, dokumentasi yang baik, dan keberanian untuk tampil di panggung dunia. Indonesia memiliki kekayaan serupaโbambu, rotan, serat alam, serta tradisi kriya yang kuat. Dengan kreativitas dan keyakinan untuk menembus pasar global, karya para perajin Nusantara pun memiliki peluang tak terbatas untuk menjadi bagian dari panggung seni dan desain kelas dunia.
Komarudin Kudiyaย hadir sebagai delegasi WEFT dengan dukungan Yayasan Batik Indonesia (YBI). Sebagai Ketua Dewan Pakar YBI, ia tidak hanya tampil sebagai pembicara, tetapi juga sebagai duta batik yang mempromosikan kekayaan batik Indonesia di panggung dunia.

