https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Packy McCormick dan Not Boring: Menulis di Persimpangan Antara Teknologi dan Imajinasi

Packy McCormick membuktikan bahwa ide besar tak harus membosankan lewat Not Boring—gabungan tulisan, imajinasi, dan investasi visioner.

Ketika banyak orang menghindari topik teknologi karena terlalu teknis atau kaku, Packy McCormick justru membuktikan bahwa teknologi bisa diceritakan dengan penuh warna, energi, bahkan humor. Lewat Not Boring, newsletter yang ia tulis sejak 2020 di platform Substack, Packy telah membangun komunitas pembaca yang antusias, cerdas, dan haus akan ide-ide baru.

Tapi kisahnya tak dimulai dari viralitas. Ia dimulai dari satu keputusan berani: berhenti dari pekerjaan nyaman, dan mulai menulis dari nol.

Berani Meninggalkan Zona Aman

Sebelum menjadi penulis penuh waktu, Packy bekerja di startup bernama Breather, di bidang real estate dan teknologi. Setelah perusahaan itu mengalami berbagai dinamika internal dan akhirnya menghadapi masalah, Packy memutuskan untuk keluar.

Alih-alih buru-buru mencari pekerjaan baru, ia memilih waktu untuk berpikir, menulis, dan mencari tahu apa yang sebenarnya ingin ia lakukan. Dari masa transisi itulah Not Boring lahir—awalnya hanya sebagai tempat menuangkan pemikiran tentang teknologi, bisnis, dan masa depan.

Menulis yang Tidak Membosankan

Seperti namanya, Not Boring adalah antitesis dari gaya tulisan bisnis dan teknologi yang kering. Packy menyampaikan ide-idenya dengan gaya bercerita yang ringan, berani, dan penuh referensi budaya pop, sejarah, bahkan filosofi. Ia bisa membahas topik seperti web3, perusahaan publik, atau perkembangan AI—dengan gaya naratif yang mengalir, membuat pembaca merasa seperti sedang ngobrol dengan teman, bukan membaca makalah akademis.

Esensinya sederhana: “Ide-ide besar seharusnya menyenangkan untuk dibahas.”

Dan ternyata, banyak orang setuju. Pembaca Not Boring tumbuh dari ratusan menjadi ratusan ribu. Newsletter-nya kini dibaca oleh eksekutif, investor, teknolog, mahasiswa, dan siapa pun yang penasaran dengan masa depan.

Mengubah Tulisan Menjadi Ekosistem

Yang menarik dari perjalanan Packy bukan hanya pertumbuhan jumlah pembaca, tapi bagaimana Not Boring berkembang dari sekadar newsletter menjadi platform investasi dan komunitas ide. Lewat Not Boring Capital, Packy mulai melakukan investasi ke startup-startup yang ia yakini punya potensi masa depan.

Dan lebih dari sekadar menulis tentang startup, Packy juga mendukungnya secara finansial dan naratif. Ia menyebut pendekatan ini sebagai “storytelling capital”—yakni menggabungkan kekuatan tulisan dengan kekuatan finansial untuk membentuk masa depan.

Esensi dari Perjalanannya: Tiga Hal yang Bisa Kita Petik

  1. Tulisan yang Jujur dan Personal Menyentuh Lebih Dalam
    Packy tidak mencoba menjadi tokoh serba tahu. Ia menulis dengan kejujuran, keraguan, dan rasa ingin tahu yang otentik. Justru itulah yang membuat Not Boring terasa dekat.
  2. Gabungkan Ide Besar dengan Imajinasi
    Ia tidak hanya menjelaskan teknologi, tapi membayangkan masa depan yang mungkin. Dari situ, ia mengajak pembaca untuk ikut berimajinasi—bukan hanya mengerti.
  3. Jadikan Komunitas sebagai Aset Terbesar
    Not Boring bukan tentang monolog, melainkan dialog. Ia mendengar pembaca, berdiskusi, dan menumbuhkan jaringan yang hidup. Dari sinilah kekuatannya tumbuh—baik dalam ide, dampak, maupun bisnis.

Penutup: Not Boring adalah Gaya Hidup Intelektual Baru

Dalam dunia yang penuh kebisingan informasi dan clickbait, Packy McCormick menunjukkan bahwa tulisan panjang, dalam, dan imajinatif tetap punya tempat. Not Boring adalah bukti bahwa jika disampaikan dengan cara yang segar, ide-ide kompleks bisa menjadi hiburan, bisa menjadi inspirasi, bahkan bisa menjadi kekuatan ekonomi baru.

Dan yang lebih penting, Not Boring adalah pengingat: bahwa masa depan tak harus dibahas dengan serius dan kaku—kadang, ia justru dimulai dari obrolan iseng, tulisan yang jujur, dan keputusan nekat untuk menulis saja.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Dari koleksi pribadi hingga jadi jembatan budaya, kisah Ibu Nani Djojo pemilik Ageng Batik menghidupkan batik tulis di tengah era digital.

Dari Koleksi Jadi Kontribusi: Perjalanan Nani Djojo Pecinta Batik Tulis Menyulam Cinta dan Harapan

Kisah Darius Foroux menginspirasi: dari tulisan sederhana hingga dampak besar—seperti perajin batik yang setia pada proses dan ketekunan.

Belajar dari Darius Foroux: Konsistensi, Kejernihan, dan Semangat Hidup ala Perajin Batik