Di sebuah sudut Subang, di antara wangi malam panas dan kain yang terus menunggu digores canting, Miftahul Huda memilih jalan yang konservatif: hidup dari batik tulis. Bukan karena menjanjikan, bukan pula karena tren di Subang, tetapi karena ia jatuh cinta pada prosesnya.

Perjalanan Huda dimulai jauh dari dunia batik. Tahun 2015, setelah keluar dari pekerjaannya sebagai koki, seorang teman mengajaknya bekerja di sebuah tempat yang ia kira garmen. Ia membayangkan mesin jahit dan potongan kain. Nyatanya, ia bertemu malam, canting, dan pelatih dari Jogja yang hanya hadir dua hari, memberi pengantar tentang batik warna alam. Setelah itu, ia belajar sendiriโpelan, penuh coba-coba.
Dari hari ke hari, Huda mulai merasakan ketertarikan yang tak ia mengerti sebelumnya. Ia belajar desain karena tak ada yang membuatnya. Ia membeli buku, menonton YouTube, mencoba warna alam, kemudian beralih ke warna sintetis karena kebutuhan pasar. Tiga tahun berlalu, dan tanpa ia sadari, ia menjadi leader, melatih ratusan orang, bahkan pernah terlibat dalam pelatihan hampir seribu peserta.

Namun hidup tidak selalu selaras dengan kenyamanan. Pada 2018 ia keluar dari workshop-nya bekerja di Bandung dan mencoba berdiri sendiri. Kesempatan bekerja datang lagiโkali itu ke Haruming Batik Subangโtapi kerinduan untuk berkarya bebas tetap tinggal. Tahun 2024 menjadi titik balik: ia memutuskan kembali ke rumah, membangun Sakabatik, dan kembali ke idealismenyaโbatik tulis.
Motif yang ia lahirkan mengikuti tiga identitas utama Subang: nanas, sisingaan, dan bejana perunggu. Namun Huda tak mau terjebak pada motif baku. Baginya, esensi batik ada pada proses. Maka ia bereksplorasi: membuat gaya abstrak, kontemporer, cipratan, hingga motif Jawa Barat lainnya. Ia ingin memberi ruang bagi anak muda untuk melihat batik dengan cara baru.
Meski begitu, idealisme punya harga. Dan Huda membayar mahal.
โBatik itu tidak menjanjikan,โ katanya jujur. Harga batik cap ia pasang Rp100โ200 ribu, sementara batik tulis mulai Rp500 ribu hingga beberapa juta jika motifnya rumit. Tapi pemasaran tak selalu mudah, peminat batik tulis masih sedikit khususnya Subang, dan dukungan pemerintah daerah hampir tak pernah ia rasakan.
Bahkan ketika ia mencoba mengajukan proposal dan menunjukkan karyanya, responsnya hambar. Sejak itu, ia percaya bahwa perjalanan batiknya tidak bisa menunggu bantuan. Ia harus berjalan sendiri.
Lalu bagaimana ia bertahan?
Dengan satu jawaban sederhana: cinta.

Cinta pada budaya, cinta pada proses membuat batik, cinta pada tradisi yang semakin sedikit dipegang generasi muda.
โKalau ada yang beli syukur, nggak ada yang beli ya tetap jalan,โ katanya. Bagi Huda, satu kain yang selesai adalah satu kebahagiaan tersendiri.
Media sosial menjadi caranya menyuarakan edukasiโbahwa batik itu proses, bukan sekadar motif. Bahwa batik tulis dan batik cap berbeda dari printing. Bahwa membeli batik dari perajin bukan hanya transaksi, tetapi dukungan terhadap warisan budaya.
Huda masih idealis menolak printing, meski tahu jalur itu bisa membuat pemasukan lebih stabil. Ia memilih menjaga yang tersisa: proses menulis, menutup kain dengan malam, menghasilkan motif yang tidak pernah benar-benar sama.
Di tengah pasang surut hidup sebagai perajin, harapan Huda tetap sederhana:
โMari cintai batik. Ayo cintai batik. Dan mari kembangkan batik.โ Sebuah ajakan yang lahir bukan dari ruang rapat, tetapi dari meja kecil, canting hangat, dan seorang perajin yang percaya bahwa budaya hanya akan hidup jika ada yang mencintainyaโmeski itu berarti hidup lebih sulit.
Untuk dapat melihat profil dan produk Sakabatik, silahkan klik di sini
Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko
Artikel ini didukung oleh:

PT Arunika Jaya Persada adalah perusahaan layanan terpadu yang terus tumbuh dengan mengedepankan kualitas, profesionalisme, dan nilai kerja yang jujur serta kolaboratif. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari telekomunikasiโmeliputi instalasi, commissioning, hingga maintenanceโhingga konstruksi bangunan yang mencakup perencanaan, desain, implementasi, dan pemeliharaan.
Sebagai penyedia solusi teknologi, PT Arunika Jaya Persada menawarkan layanan IT end-to-end yang mencakup konektivitas (Internet, IP-VPN, VSAT-IP), pengembangan IoT (Smart School, Smart City, Smart Building, Smart Home), serta infrastruktur IT seperti data center, cloud, managed services, keamanan sistem, hingga pengembangan web dan aplikasi mobile.
Di sektor kesehatan, perusahaan ini juga menyediakan perangkat medis dan nonmedis untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan modern. Dengan komitmen pada kerja cerdas, sikap positif, dan kerja tim solid, PT Arunika Jaya Persada hadir sebagai mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk kebutuhan telekomunikasi, teknologi, konstruksi, dan kesehatan.
