https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

AMDATARA Gelar Lomba Desain Batik Nasional

AMDATARA gelar lomba desain batik nasional bertema keberlanjutan air dan budaya sebagai identitas seragam organisasi.

Di tengah upaya memperkuat identitas organisasi sekaligus merawat nilai-nilai budaya, Perkumpulan Perusahaan Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mengambil langkah strategis yang tidak biasa: menghadirkan batik sebagai simbol resmi kebersamaan nasional.

Gagasan ini berangkat dari keinginan untuk menciptakan desain batik khusus yang akan dikenakan serentak oleh seluruh pengurus, anggota, hingga ekosistem organisasi di berbagai daerah. Lebih dari sekadar seragam, batik ini dirancang sebagai representasi kolektif—menyatukan identitas modern industri air minum dalam kemasan dengan akar budaya Nusantara yang kaya makna.

Ketua AMDATARA, Karyanto Wibowo, secara resmi mengumumkan kompetisi desain batik tersebut dalam momentum hangat Idul Fitri 1447 H melalui acara Halal Bihalal yang digelar pada 16 April 2026. Suasana kebersamaan yang identik dengan tradisi saling memaafkan menjadi latar yang tepat untuk meluncurkan inisiatif yang mengusung semangat kolektif.

Batik sebagai Bahasa Baru Industri

Mengusung tema “Kebersamaan Menjaga Air, Merawat Bumi, Mewujudkan Keberlanjutan”, lomba ini tidak hanya berfokus pada estetika visual, tetapi juga kedalaman makna. Desain yang diharapkan lahir bukan sekadar indah dipandang, melainkan mampu merepresentasikan nilai keberlanjutan sumber daya air—isu krusial yang menjadi fondasi industri AMDK.

Dalam konteks ini, batik bertransformasi menjadi medium komunikasi baru. Ia tidak lagi hanya bicara tentang tradisi, tetapi juga tentang tanggung jawab ekologis. Motif-motif yang dihasilkan diharapkan mampu menggabungkan elemen air, alam, dan kehidupan dalam harmoni visual yang kuat.

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Merrijantij Punguan Pintaria, perwakilan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, serta Dewan Sumber Daya Air Nasional, menegaskan bahwa inisiatif ini berada di persimpangan penting antara industri, budaya, dan kebijakan publik.

Menjaga Air, Merawat Identitas

Dalam sambutannya, Karyanto Wibowo menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjunjung tinggi kultur budaya Indonesia. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa AMDATARA tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada nilai-nilai yang lebih luas—termasuk pelestarian budaya.

Batik, dalam hal ini, menjadi simbol yang relevan. Ia mampu menjembatani masa lalu dan masa depan, tradisi dan inovasi, lokalitas dan nasionalitas. Dengan menjadikannya seragam resmi, AMDATARA secara tidak langsung menempatkan budaya sebagai bagian integral dari identitas korporasi.

Lebih jauh, kompetisi ini juga membuka ruang partisipasi publik—memberikan kesempatan bagi desainer, seniman, dan generasi muda untuk terlibat dalam proses kreatif yang berdampak nasional.

Dari Kain Menjadi Gerakan

Apa yang dilakukan AMDATARA sejatinya melampaui sekadar penciptaan seragam. Ini adalah upaya membangun narasi bersama—bahwa menjaga air adalah tanggung jawab kolektif, dan merawat bumi adalah bagian dari identitas bangsa.

Ketika batik yang dihasilkan nantinya dikenakan secara serentak di seluruh Indonesia, ia akan menjadi lebih dari sekadar kain bermotif. Ia akan menjelma menjadi simbol gerakan—mengikat ribuan individu dalam satu visi: keberlanjutan.

Dalam konteks ini, batik tidak hanya dikenakan, tetapi juga dihidupi. Dan dari sanalah, pesan tentang pentingnya air, bumi, dan kebersamaan akan terus mengalir, sebagaimana sumber kehidupan itu sendiri.

Sumber

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Motif Pesadengan Jember, warisan Sadeng yang makmur, tampil elegan di Anugerah Puspa Bangsa 2026.

Makna Motif Batik Pesadengan Jember: Jejak Kerajaan Sadeng dan Identitas Budaya Lokal