https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kisah Batik Di Tanah Australia

Kisah tekstil batik lintas budaya dipamerkan di FABRIK Australia Selatan via Berbagi Koleksi Nasional, menghubungkan Ernabella dan Jawa.

Dua karya tekstil unik, masing-masing lahir dari tradisi batik Bangsa Pertama Australia dan Jawa, akan dipamerkan di FABRIK Arts + Heritage di Adelaide Hills. Kehadiran dua karya ini dimungkinkan melalui program Berbagi Koleksi Nasional (Sharing the National Collection) dari Pemerintah Buruh Albanese, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membawa karya seni nasional keluar dari penyimpanan dan mendekatkannya kepada publik.

FABRIK dikenal sebagai salah satu galeri tekstil terkemuka di Australia. Lembaga ini memiliki misi kuat: menggunakan seni untuk melibatkan, menginspirasi, dan menghubungkan masyarakat di wilayah perbukitan Adelaide serta komunitas sekitar. Tidak heran, kehadiran dua tekstil lintas budaya ini disambut sebagai momentum penting bagi dunia seni tekstil Australia Selatan.

Salah satu karya yang dipamerkan adalah batik ciptaan seniman Bangsa Pertama, Angkuna Kulyuru—tokoh penting dari komunitas Pitjantjatjara. Sementara karya lainnya dibuat oleh seorang pembatik Jawa yang tidak diketahui namanya, sebuah representasi kuat dari panjangnya sejarah batik di Indonesia.

Kisah hubungan antara batik Australia dan Indonesia sendiri bermula pada 1970-an, ketika sekelompok seniman dari komunitas First Nations di Teritori Utara dan Ernabella melakukan kunjungan ke Indonesia. Dari perjalanan itulah, praktik batik diperkenalkan dan kemudian berkembang pesat, hingga menjadikan Ernabella terkenal sebagai pusat produksi batik sutra dengan motif rumit dan penuh karakter.

Menurut Menteri Seni Australia, Tony Burke, peminjaman tekstil ini menunjukkan keberagaman karya yang diangkat melalui program Berbagi Koleksi Nasional. “Pada suatu saat, 98 persen koleksi nasional kita berada di dalam penyimpanan,” ujarnya. “Koleksi nasional ini milik seluruh bangsa. Program ini memungkinkan karya yang jarang terlihat dapat dipamerkan di galeri dengan fokus unik pada medium tekstil.”

Dukungan senada datang dari Senator Australia Selatan, Charlotte Walker, yang menyambut antusias kehadiran karya ini di negara bagian asalnya. Ia menekankan pentingnya akses terhadap seni nasional, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat-pusat kesenian besar.

Dari sisi lembaga seni, Direktur Galeri Nasional Australia, Dr Nick Mitzevich, menegaskan bahwa kolaborasi dengan galeri regional seperti FABRIK adalah inti dari misi program. “Melalui kemitraan ini, kami berbagi tekstil yang mencerminkan tradisi batik komunitas First Nations sekaligus menunjukkan hubungan budaya dan perdagangan dengan tetangga kami di Jawa.”

Wali Kota Dewan Adelaide Hills, Nathan Daniel, menyebut pameran ini sebagai kehormatan. Ia juga menekankan posisi FABRIK sebagai pusat tekstil di Australia Selatan yang berkomitmen merayakan budaya First Nations sekaligus mengakui tradisi tekstil global, termasuk batik Indonesia. Program Berbagi Koleksi Nasional merupakan bagian dari kebijakan budaya nasional Australia, Revive. Dengan dukungan dana sebesar $11,8 juta selama empat tahun, program ini membiayai pengangkutan, instalasi, dan asuransi karya seni agar dapat dinikmati masyarakat di seluruh negeri.

Artikel ini diadaptasi dari TonyBurke.com.au. Naskah asli: disini

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Proses saintifik mengubah naskah kuno Bujangga Manik menjadi motif batik kontemporer menghadirkan cara baru memahami warisan budaya Sunda.

Motif Batik Bujangga Manik: Kisah Mengungkap Naskah Kuno Menjadi Motif Batik

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memukau ASCC 2025 dengan batik Lontara, menonjolkan diplomasi budaya dan komitmen lingkungan kota.

Wali Kota Makassar Kenakan Batik Lontara Di ASIA SMART CITY CONFERENCE Yokohama, Jepang