https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Ketua APPBI Tentang Hilangnya Rp 1,3 Miliar Batik di INACRAFT 2026: Syukurlah Tertangkap!

APPBI akan menggelar pameran batik Puspa Nuswantara pada 8–12 Juli 2026 dengan 180 stan, memperkuat promosi batik dan pelaku usaha.

Aksi pencurian bahan batik mewah senilai Rp 1,3 miliar yang menggegerkan ajang Inacraft 2026 di Jakarta akhirnya terungkap. Polisi dari Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang berhasil menangkap tiga pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut di kawasan Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Ketiga tersangka masing-masing perempuan bernama Ledy Dwanty Naema Koen serta dua pria, Krisantus Nomleni dan Gelbeth Juliana Yunus. Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Kasus ini bermula ketika korban melaporkan kehilangan bahan batik tulis dan batik sutera mewah pada Rabu, 4 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 1.376.000.000. Pencurian diketahui terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, sehari sebelum pembukaan pameran kerajinan terbesar di Indonesia tersebut.



Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi pameran, polisi melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri kendaraan dan pergerakan para pelaku. Hasilnya, pada Kamis dini hari, 12 Februari 2026, tim Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Ikhsan Rangga berhasil mengamankan ketiganya di lokasi berbeda di wilayah Bekasi.

Penangkapan pertama mengarah ke rumah seorang pria berinisial GR di Kampung Sawah, Bekasi. Meski GR tidak terlibat langsung dalam pencurian, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga hasil kejahatan yang dititipkan di rumah tersebut. Dari pengembangan kasus, polisi kemudian menggerebek rumah Ledy. Saat proses penangkapan, petugas bahkan terpaksa mendobrak pintu karena penghuni tidak membuka akses.

Di lokasi itu, penyidik menemukan bahan batik tulis dan batik sutera yang telah dikemas rapi dan diduga siap dikirim ke tempat lain. Atas petunjuk suaminya, Ledy akhirnya berhasil diamankan. Selanjutnya, dua pelaku lain, Krisantus dan Gelbeth, ditangkap di Yayasan Embun Kasih Bekasi yang lokasinya tidak jauh dari kediaman Ledy.

Seluruh tersangka beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyatakan sebagian besar barang bukti berhasil diamankan dalam kondisi utuh. Saat ini, penyidik masih mendalami motif pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan pencurian tersebut.

Peristiwa ini mendapat perhatian dari pegiat batik Komarudin Kudiya. Ia mengungkapkan rasa syukur karena para pelaku telah tertangkap. Menurutnya, pelaku merupakan “pemain lama” yang kerap mengaku sebagai SPG dan beraksi pada malam hari setelah pameran tutup. Ia juga menyoroti bahwa kasus serupa kerap terjadi di sejumlah pameran. Komarudin menekankan pentingnya kepedulian, kewaspadaan, dan rasa saling memiliki antar pemilik stan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengamanan dalam ajang pameran berskala besar harus diperketat demi melindungi karya para perajin nasional.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Industri furnitur sumbang 0,92% PDB nonmigas. CV Kayu Manis ekspor ke Eropa, bukti sukses pembinaan IKM nasional.

Industri Furnitur Nasional Tumbuh Stabil, CV Kayu Manis Tembus Pasar Ekspor Global

Motif Batik Weton Senin Kliwon karya Nurohmad hadirkan simbol bulan, pohon bodhi, dan warna filosofis penuh makna.

Ini Penampakan Motif Batik Weton Senin Kliwon