INACRAFT 2026 mengangkat peran strategis perempuan dalam industri kriya melalui tema Womenpreneurs in Craft. Tema ini dijelaskan oleh Wakil Ketua Umum II Bidang Kerja Sama Regional dan Internasional, Baby Jurmawati Djuri, sebagai wujud komitmen INACRAFT dalam memberi ruang, apresiasi, dan panggung yang lebih luas bagi perempuan pelaku kriya.

Menurut Baby Jurmawati Djuri, konsep Womenpreneur in Craft berangkat dari dua pendekatan utama, yakni exploring dan celebrating. Tahap exploring dilakukan dengan menggali peran dan kontribusi perempuan dalam berbagai lini industri kriya, sementara celebrating diwujudkan dengan merayakan capaian, ketekunan, dan daya juang perempuan dalam berkarya dan berwirausaha.
Tema ini diterjemahkan ke dalam berbagai program konkret, mulai dari kampanye visual dan aktivitas media sosial, hingga program apresiasi bagi para womenpreneurs terpilih. Para peserta telah melalui proses seleksi yang ketat dan akan mempresentasikan karya serta gagasan mereka di hadapan dewan juri.
Dalam INACRAFT 2026, apresiasi diberikan melalui tiga kategori utama, yakni womenpreneurs, perempuan pelaku kriya berbasis sosial dan komunitas, serta eksportir perempuan. Ketiga kategori ini mencerminkan luasnya peran perempuan, baik sebagai penggerak ekonomi, agen perubahan sosial, maupun pelaku usaha yang mampu menembus pasar global.
Dimensi internasional juga menjadi sorotan tahun ini. INACRAFT 2026 menghadirkan komunitas global seperti SheTrades yang akan terlibat dalam sesi business matching dan talkshow. Kehadiran delegasi dari Malaysia, termasuk Sarawak Craft, semakin memperkuat posisi INACRAFT sebagai ajang pertemuan pelaku kriya lintas negara.
Sebagai puncak perayaan tema, panitia mengajak seluruh peserta dan pengunjung untuk mengenakan busana serta aksesori Indonesia pada hari Sabtu. Ajakan ini menjadi simbol kebanggaan terhadap budaya nasional sekaligus pernyataan bahwa kriya dan peran perempuan di dalamnya merupakan bagian penting dari identitas Indonesia di mata dunia.

