https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Novida Anggraini: Akademisi, Pengusaha Batik, dan Ketua DPC IWAPI Jakarta Timur

Novida Anggraini, akademisi & pengusaha Batik Madura, pimpin DPC IWAPI Jaktim. Dorong UMKM perempuan berdaya lewat digitalisasi & ekspor.

Nama Novida Anggraini mungkin lebih dulu dikenal di dunia akademik. Sebagai dosen kewirausahaan di Universitas Prof. Dr. Mustopo, Senayan, ia terbiasa mengajar mahasiswa tentang cara mengelola bisnis dengan strategi yang tepat. Namun di luar aktivitas akademik, Novi juga terjun langsung dalam dunia usaha, khususnya di bidang batik, hingga akhirnya dipercaya memimpin DPC IWAPI Jakarta Timur.

Novida Anggraini, akademisi & pengusaha Batik Madura, pimpin DPC IWAPI Jaktim. Dorong UMKM perempuan berdaya lewat digitalisasi & ekspor.

Perjalanan Novi tidak instan. Hobinya berdagang membawanya menekuni usaha batik, terutama Batik Madura, yang ia pasarkan lewat brand Batik Radin. Ia bekerja sama langsung dengan pengrajin di Madura untuk menghadirkan batik tulis berkualitas, namun tetap berusaha mencari produksi dengan harga yang lebih terjangkau. Produk Batik Radin banyak berupa handicraft seperti dompet atau pouch. Usahanya sempat merambah Sarinah, meski akhirnya ditutup karena biaya operasional yang tinggi. Kini, store Batik Radin hadir di PGC, Jakarta.

Ketekunannya membuat Novida aktif di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) sejak 2024. Dari situ, ia dipercaya menjadi Ketua DPC IWAPI Jakarta Timur, sebuah organisasi yang kini menaungi hampir 100 anggota dari 10 kecamatan.

Filosofi Kepemimpinan: Mandiri dan Tangguh

Dalam memimpin IWAPI, Novi berpegang pada tiga nilai utama: kerjasama, kemandirian, dan ketangguhan. Ia menekankan bahwa pelaku UMKM, khususnya perempuan, harus punya mental tangguh menghadapi tantangan pasar. Bagi Novi, IWAPI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pemberdayaan perempuan agar mandiri secara ekonomi dan mampu berkolaborasi.

IWAPI sebagai Kekuatan Nasional

Menurut Novi, IWAPI memiliki posisi strategis karena tersebar di 34 provinsi dengan anggota dari berbagai skala usaha. Dari ibu rumah tangga yang berjualan kecil hingga pengusaha berlian dan eksportir, keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri. Melalui pelatihan, pendampingan, dan berbagi pengalaman, IWAPI berkontribusi besar dalam meningkatkan kapasitas UMKM perempuan.

Program Prioritas di Jakarta Timur

Sebagai ketua IWAPI DPC Jakarta Timur, Novi memiliki sejumlah program unggulan. Fokus utamanya adalah memperkuat kepemimpinan dan meningkatkan jumlah anggota aktif. Dalam waktu dekat, ia akan menghadirkan Galeri DPC IWAPI Jakarta Timur di Pasar Gembrong, dekat Bassura. Galeri ini akan menjadi pusat penjualan produk anggota sekaligus etalase kreativitas UMKM perempuan.

IWAPI Jakarta Timur juga mendorong anggotanya adaptif dengan era digital melalui pelatihan praktis pemasaran produk di TikTok, Facebook, dan Instagram. Meski sebagian besar anggota adalah ibu-ibu, antusiasme mereka dalam belajar digital marketing sangat tinggi karena berdagang sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Mendorong Ekspor dan Akses Permodalan

Novida juga bertekad memperluas pasar anggota ke tingkat internasional. Saat ini, IWAPI sedang menjajaki peluang membuka kios UMKM di Malaysia dan Brunei. Di sisi lain, untuk mendukung permodalan, IWAPI menjalin kerjasama dengan beberapa bank, termasuk BNI, agar anggota lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan.

Batik sebagai Identitas dan Potensi Global

Sebagai pelaku usaha batik, Novi menegaskan bahwa batik memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi. Batik Madura yang ia tekuni dikenal bernilai tinggi, sementara batik khas Jakarta seperti Batik Gobang bermotif ondel-ondel bahkan sudah tampil di panggung fashion internasional. Menurutnya, menjaga keaslian dan kreativitas dalam batik adalah kunci agar produk lokal bisa terus bersaing di pasar global.

Pesan untuk Pengusaha Perempuan Muda

Novida Anggraini, akademisi & pengusaha Batik Madura, pimpin DPC IWAPI Jaktim. Dorong UMKM perempuan berdaya lewat digitalisasi & ekspor.

Di akhir, Novida memberi pesan inspiratif untuk generasi muda, khususnya perempuan yang ingin memulai usaha.

“Jangan pernah patah semangat. Jika passion-mu berdagang, jadikan itu hobi. Kalau sudah jadi hobi, kita akan menjalaninya dengan sepenuh hati tanpa merasa terbebani,” ujarnya.

Sebagai pemimpin, Novida ingin dikenang melalui kontribusi nyata: menghadirkan program bermanfaat, event berkualitas, serta mendukung anggota dengan ilmu dan jejaring. Dari akademisi, pengusaha batik, hingga Ketua DPC IWAPI Jakarta Timur, perjalanan Novida Anggraini adalah bukti bahwa ketangguhan dan semangat kolaborasi bisa melahirkan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Ascott Regional gelar World Cleanup Day 2025 di Ragunan. Aksi sederhana bertema “Small Act, Big Impact” wujudkan komitmen keberlanjutan.

Ascott Regional Gelar World Cleanup Day 2025 di Ragunan, Angkat Tema “Small Act, Big Impact”

APPBI gelar Webinar "The Journey Continues Batik" bahas *Empan Papan*: adaptasi & refleksi dalam seni batik, 20 Sept 2025 via Zoom.

Webinar APPBI: Empan Papan, Adaptasi dan Refleksi dalam Seni Batik