https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Industri Furnitur Nasional Tumbuh Stabil, CV Kayu Manis Tembus Pasar Ekspor Global

Industri furnitur sumbang 0,92% PDB nonmigas. CV Kayu Manis ekspor ke Eropa, bukti sukses pembinaan IKM nasional.

Industri furnitur merupakan salah satu sektor hilir padat karya yang memiliki nilai tambah tinggi serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Tercatat, sektor ini menyumbang 0,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas, menjadikannya salah satu penggerak penting industri manufaktur Indonesia.

Di tengah tantangan global dan dinamika pasar internasional, industri furnitur nasional masih menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Meski demikian, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang mendominasi sektor ini membutuhkan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan agar mampu berkembang dan menjaga keberlangsungan usahanya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan daya saing IKM furnitur melalui berbagai program strategis. Upaya ini dilakukan agar pelaku IKM dari berbagai daerah mampu menguasai pasar domestik sekaligus menembus pasar global.

“Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal pengembangan industri furnitur dalam negeri yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta.

Kisah Sukses IKM Bantul Tembus Eropa

Salah satu contoh keberhasilan pembinaan IKM adalah CV Kayu Manis, pelaku furnitur asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pada 6 Februari 2026, perusahaan ini melaksanakan pelepasan ekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion (wilayah Prancis di Samudra Hindia).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan CV Kayu Manis menjadi inspirasi bagi IKM lain yang tengah berjuang menembus pasar ekspor.

Berdasarkan data Trademap (HS 9401–9403), nilai ekspor furnitur Indonesia pada 2024 mencapai USD1,91 miliar. Sementara pada periode Januari–November 2025, nilai ekspor tercatat sebesar USD1,67 miliar. Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama dengan pangsa 54,6 persen dari total ekspor nasional.

Namun, kebijakan tarif resiprokal Pemerintah Amerika Serikat dan ketidakpastian global turut memengaruhi kinerja ekspor. Oleh karena itu, pemerintah mendorong strategi adaptif melalui diplomasi perdagangan dan diversifikasi pasar ke kawasan potensial seperti Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang.

Perjalanan dan Inovasi CV Kayu Manis

Berdiri sejak 2001, CV Kayu Manis mengandalkan kayu jati sebagai bahan baku utama dan memproduksi bathroom furniture serta indoor furniture. Kini, perusahaan tersebut memiliki fasilitas produksi seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas mencapai 120 kontainer per tahun.

Sebagai IKM binaan Direktorat Jenderal IKMA, CV Kayu Manis telah menerima berbagai fasilitasi pemerintah, termasuk Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan pada 2018. Program ini memberikan potongan harga hingga 25 persen untuk mesin impor dan 45 persen untuk mesin buatan dalam negeri, dengan nilai fasilitasi Rp10 juta hingga Rp500 juta per perusahaan per tahun anggaran.

Selain itu, pada 2021, Ditjen IKMA juga memfasilitasi keikutsertaan CV Kayu Manis dalam pameran IFEX Virtual Showroom yang digelar secara daring sebagai respons terhadap pembatasan aktivitas selama pandemi COVID-19.

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris, menyebut keberhasilan ekspor CV Kayu Manis tidak lepas dari inovasi produk yang adaptif terhadap tren global.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan furnitur praktis dan efisien, perusahaan ini mengembangkan knockdown furniture dengan compact packaging. Konsep ini mendukung efisiensi penyimpanan dan transportasi sekaligus memberikan fleksibilitas desain untuk ruang terbatas.

Optimisme Industri Furnitur ke Depan

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, pembinaan berkelanjutan, serta inovasi produk yang responsif terhadap tren pasar, industri furnitur nasional memiliki peluang besar untuk terus memperluas pangsa ekspor. Kisah sukses CV Kayu Manis menjadi bukti bahwa IKM Indonesia mampu bersaing di pasar global dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Promo Iftar Delight 2026 di HARRIS Bekasi, buka puasa ramadan mulai Rp165.000 net & Pay 5 Get 6, 19 Feb–16 Mar 2026.

Hangatnya Ramadan di “Iftar Delight” 2026 di HARRIS Hotel & Convention Bekasi

Komarudin Kudiya bersyukur pelaku pencurian batik di INACRAFT 2026 telah tertangkap

Ketua APPBI Tentang Hilangnya Rp 1,3 Miliar Batik di INACRAFT 2026: Syukurlah Tertangkap!