https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

KENAPA JALAN DAENDELS BERHENTI DI PANARUKAN?

Dalam kegiatan riding tour bertajuk Discovering National Road of Java yang digelar Ditjen Bina Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum, Batiklopedia.com sekaligus diajak menyelami sejarah Jalan Daendels atau Jalan Pos yang tersohor hingga kini.

KENAPA JALAN DAENDELS BERHENTI DI PANARUKAN

Kegiatan riding tour dimulai di KM 0 Jalan Daendels di Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Anyer, Banten. Diikuti oleh puluhan pengendara motor, ikut diantaranya sejumlah influencer seperti Eddy Brokoli, Kia Putri, dan Cindi Febrianti.

Kisah Daendels

Kenapa Jalan Daendels Berhenti Di Panarukan

Ikatan Herman Willem Daendels dengan penguasa Perancis, membuatnya dikirim ke Hindia Belanda. Hingga akhirnya ia mencanangkan proyek ambisius membuat jalan 1000 kilometer dari Anyer hingga Panarukan. Jalan tersebut dikenal sebagai Jalan Daendels atau Jalan Pos.

Daendels lahir di Belanda tanggal 21 Oktober 1762, anak dari pasangan Burchard Johan Daendels dan Josina Christina Tulleken.

Ia banyak menghabiskan hidupnya di Perancis, dan melihat hal bersejarah yang menjadi inspirasinya kelak dalam berpikir yakni, Revolusi Perancis.

Daendels pernah bergabung dengan pasukan Batavia yang republican hingga diangkat menjadi jenderal di tahun 1795.

Ia masuk tentara republic Bataaf dengan pangkat letnan jenderal dan turut serta dalam penyusunan Undang-Undang Dasar Belanda.

Di tahun 1800, Daendels mengundurkan diri dari jabatannya karena desakan kuorum akibat kurang sigapnya mengatasi serangan Inggris dan Rusia di wilayah teritori Belanda.

Tahun 1806, dalam masa pendudukan Perancis di Belanda, Daendels diminta berbakti kembali untuk mempertahankan Provinsi Friesland dan Groningen dari serangan Prusia oleh Napoleon Bonaparte. Daendels berhasil menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Kedekatan Daendels dengan adik Napoleon Bonaparte, yakni Lodewijk Bonaparte, membuatnya dipilih menjadi Gubernur Jenderal di wilayah Hindia Belanda tanpa penunjukkan dari Ratu Belanda Wilhemina. Tanggal 28 Januari 1807, Daendels ditunjuk menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36 menggantikan Albertus Wiese.

KENAPA JALAN DAENDELS BERHENTI DI PANARUKAN

VOC di Hindia Belanda tengah runtuh, tugas Daendels adalah mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris. Selain itu juga, Daendels ditugaskan untuk membenahi pertahanan, memperbaiki administrasi pemerintahan, dan memperbaiki kehidupan sosial ekonomi di Nusantara khususnya di Pulau Jawa. Karena Pulau Jawa saat itu merupakan daerah koloni Belanda – Perancis yang bertahan dan belum jatuh ke tangan Inggris.

Merubah Tatanan Wilayah

Setibanya di Batavia 5 Januari 1808, Daendels langsung menerapkan kebijakan di berbagai bidang mulai dari:

  • Pembatasan pengaruh kekuasaan Kerajaan-kerjaan tradisional
  • Membagi Pulau Jawa menjadi 23 karesidenan.
  • Bupati sebagai penguasa tradisional kedudukannya dirubah menjadi pegawai pemerintah kolonial.  
  • Membagi wilayah Jawa bagian timur menjadi 5 prefektur (setingkat provinsi) yakni Surabaya, Sumenep, Rembang, Pasuruan, dan Gresik.
  • Melibatkan pribumi sebagai tentara Belanda.
  • Membangun rumah sakit dan barak-barak militer.
  • Membangun pabrik senjata dan sekolah militer.

Untuk melancarkan pasokan logistik, perdagangan, serta komunikasi, Daendels dengan kekuasaannya memerintah para bupati untuk mengerahkan warganya membuat jalan. Awalnya Daendels membangun jalan dari Bogor menuju Cisarua hingga Sumedang. Proses pembangunan jalan ke Sumedang terhalang kondisi alam.

Brigadir Jenderal von Lutzow diturunkan untuk meredam reaksi keras pekerja yang menolak melanjutkan pembangunan jalan hingga ke Sumedang. Daendels menjadi otoriter dalam hal ini dan memaksa penyelesaian proyeknya.

Daendels menjadi momok tidak saja bagi masyarakat pribumi tetapi juga rekan-rekan sebangsanya karena keotoriterannya. Daendels kerapkali mendapatkan tudingan dari negerinya sendiri karena terdapat praktek penjualan tanah ke pihak swasta dan hasilnya dipakai untuk memperkaya diri sendiri.

Daendels dituduh korupsi atas pembangunan jalan yang merugikan negara. Oleh Louis Napoleon, dirinya dipanggil ke Belanda tahun 1811 dan diberhentikan sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan digantikan oleh Jan Willem Janssens.

Meski dianggap gagal menjalankan tugasnya di Hindia Belanda, Daendels masih diberi kepercayaan oleh Napoleon Bonaparte mengemban misi memimpin kesatuan Wurtemberg, terlibat dalam penyerbuan ke Rusia pada 22 Juni 1812.

Daendels diangkat menjadi Gubernur Jenderal Pantai Emas Belanda dan bertahan selama tiga tahun (9 Desember 1815 – 30 Januari 1818). Daendels meninggal dunia 2 Mei 1818 akibat penyakit malaria.

Panarukan 1000 KM

Kunjungan Daendels ke wilayah timur Pulau Jawa, berhenti di Surabaya. Daendels melihat perlunya diperpanjang jalan menuju timur agar komoditi seperti gula dan nila di wilayah tersebut dapat terangkut.

Di sisi lain, ia melihat Selat Madura bisa menjadi momok pendaratan pasukan Inggris. Melalui F. Rothenbuhler yang memegang kekuasaan ujung timur, Daendels memerintahkan membuat jalan Surabaya hingga Panarukan.

Kenapa tidak sampai hingga Banyuwangi?

KENAPA JALAN DAENDELS BERHENTI DI PANARUKAN

Pada masa itu Banyuwangi belum dianggap sebagai wilayah vital untuk pelabuhan ekspor. Sedangkan Panarukan dipilih karena menjadi sentra lumbung gula di Besuki dengan tanah-tanah swasta penghasil produk-produk tropis penting. Panarukan kini berada di wilayah Kabupaten Situbondo. Sedangkan tugu 1000 KM Anyer – Panarukan berada di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.


Artikel ini disponsori oleh: Pemantauan Pemeliharaan Aset Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

KISAH KM 0 JALAN DAENDELS ANYER, BANTEN

KISAH KM 0 JALAN DAENDELS ANYER, BANTEN

Di Banyuwangi, ia membuat brand usahanya, Godho Batik Banyuwangi. Keahliannya sebagai seniman lukis tercurah di batik buatannya.

FIRMAN SAUQI, SAKSI HIDUP BATIK BANYUWANGI MASIF DIKEMBANGKAN