Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri halal nasional sebagai salah satu sektor strategis yang mampu meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem industri halal, percepatan sertifikasi halal, pengembangan kawasan industri halal, serta perluasan akses pasar domestik dan ekspor.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui partisipasi aktif Kemenperin dalam Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Pameran yang diselenggarakan bersama PT Dyandra Promosindo itu diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku industri, regulator, investor, akademisi, dan masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan industri halal nasional.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengatakan industri halal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI).
“Kami terus memacu penguatan rantai nilai halal nasional melalui pengembangan industri hulu hingga hilir, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan infrastruktur industri halal, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global,” ujar Faisol saat acara Kick-off Halal Indo 2026 di Jakarta, Kamis (18/6).
Menurut Faisol, pemerintah saat ini juga fokus mempersiapkan sektor industri menghadapi implementasi Wajib Halal Tahap II yang akan mulai berlaku pada Oktober 2026. Kemenperin telah menjalankan berbagai program sosialisasi, pendampingan, bimbingan teknis, dan fasilitasi sertifikasi halal agar pelaku usaha mampu memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ia menilai tantangan terbesar dalam implementasi kebijakan tersebut terletak pada luasnya cakupan sektor industri yang wajib bersertifikat halal serta pentingnya memastikan kesiapan rantai pasok halal secara menyeluruh. Oleh karena itu, penguatan ekosistem halal nasional menjadi prioritas utama pemerintah.
Selain mendorong industri besar, Kemenperin juga memberikan perhatian khusus kepada sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM). Melalui program pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas produk IKM, memperluas akses pasar, dan menghubungkan pelaku usaha dengan rantai pasok industri halal yang lebih luas.
Kemenperin juga terus memacu pengembangan Kawasan Industri Halal sebagai infrastruktur pendukung yang memungkinkan pelaku usaha memenuhi standar halal secara lebih efisien sekaligus meningkatkan daya tarik investasi sektor halal di Indonesia.
Pada penyelenggaraan Halal Indo 2026, Kemenperin akan menghadirkan sejumlah program unggulan, termasuk Paviliun Kemenperin yang menampilkan berbagai sektor industri wajib halal, layanan konsultasi industri halal, serta Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin.
Selain itu, akan digelar kegiatan business matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) tematik halal untuk memperluas peluang kerja sama industri dan mendorong penggunaan produk halal dalam negeri. Kemenperin juga menyelenggarakan Industrial Festival yang menyasar generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif seperti coaching clinic, community engagement, media briefing, talkshow bersama Menteri Perindustrian, dan kuliah umum oleh Wakil Menteri Perindustrian.
Ajang ini juga akan menghadirkan kembali Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) sebagai bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam pengembangan industri halal. Penghargaan tersebut diberikan kepada tujuh kategori, mulai dari perusahaan industri besar dan IKM hingga institusi pendidikan tinggi, kawasan industri, lembaga pemerintah, dan lembaga jasa keuangan.
Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menegaskan bahwa Halal Indo 2026 bukan sekadar pameran produk halal, melainkan platform strategis untuk memperkuat kolaborasi dan jejaring bisnis dalam ekosistem halal global.
“Halal Indo 2026 bukan sekadar ajang pameran, namun juga menjadi wadah kolaborasi yang produktif dan interaktif. Kami percaya bahwa penguatan jejaring bisnis dan inovasi dapat meningkatkan daya saing industri halal nasional di kancah global,” ujar Daswar.
Melalui sinergi pemerintah dan sektor swasta, Kemenperin optimistis penguatan ekosistem industri halal nasional dapat berjalan lebih cepat dan mendukung visi Indonesia menjadi salah satu pusat industri halal dunia.
Meta Deskripsi:
Kemenperin memperkuat industri halal nasional lewat Halal Indo 2026 dan persiapan implementasi Wajib Halal Tahap II.

