https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Produk Herbal Indonesia Tembus Arab Saudi, Raih Kesepakatan Ekspor Perdana Rp2,5 Miliar

Produk herbal Indonesia mencatat ekspor perdana ke Arab Saudi senilai Rp2,5 miliar melalui kerja sama PT Dami Sariwana dan Al Itholah Trading.

Jeddah – Produk herbal Indonesia kembali mencatatkan capaian di pasar internasional. PT Dami Sariwana berhasil meraih kesepakatan bisnis ekspor perdana ke Arab Saudi senilai Rp2,5 miliar melalui kerja sama dengan perusahaan distributor setempat, Al Itholah Trading.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (Letter of Agreement) oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra, dan pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Senin (15/6).

Penandatanganan disaksikan Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah Joneri Alimin dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Sugih Rahmansyah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyatakan keberhasilan tersebut menunjukkan besarnya potensi produk herbal Indonesia di pasar global, khususnya kawasan Timur Tengah.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap kesepakatan ini menjadi pintu bagi peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujarnya.

Kesepakatan dagang mencakup tiga produk herbal unggulan, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh. Pengiriman perdana sebanyak satu kontainer dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 setelah memenuhi persyaratan dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan meningkatnya tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi peluang besar bagi produk herbal Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan kerja sama, ITPC Jeddah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kredibilitas mitra impor sebelum penandatanganan dilakukan.

PT Dami Sariwana yang berbasis di Serpong, Tangerang, merupakan perusahaan binaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP) Kemendag. Taswan Wimala Putra mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah yang membantu perusahaan menembus pasar Arab Saudi.

Sementara itu, Nassrudin menyebut produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang baik dan berpotensi diperluas ke pasar Timur Tengah lainnya, termasuk Sudan.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat perdagangan nonmigas Indonesia dan Arab Saudi. Pada Januari–April 2026, Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas dengan Arab Saudi sebesar USD 329,9 juta, menegaskan kuatnya posisi produk Indonesia di pasar negara tersebut.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kemenperin memperkuat industri halal nasional lewat Halal Indo 2026 dan persiapan implementasi Wajib Halal Tahap II.

Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Halal Nasional melalui Halal Indo 2026