https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kementerian Ekraf Dukung Instalasi Kapal Pinisi Interaktif Rasi Creativity, Libatkan Kreator dan Seniman Sepanjang 2026

Kementerian Ekraf mendukung Rasi Creativity, instalasi kapal pinisi interaktif yang melibatkan seniman dan kreator di Jakarta.

Jakarta – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan instalasi kapal pinisi interaktif bertajuk Rasi Creativity yang digagas oleh Founder dan CEO Dus Duk Duk, Arief Susanto, bersama seniman dan kreator konten Erika Richardo.

Dukungan tersebut disampaikan saat audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Autograph Tower, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Program ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang melibatkan seniman, kreator, serta masyarakat melalui berbagai aktivitas kreatif sepanjang tahun 2026.

“Kami sangat mendukung kolaborasi seperti ini karena membuka peluang keterlibatan lebih banyak pegiat ekonomi kreatif. Tidak hanya menghadirkan karya yang menarik, tetapi juga menciptakan ruang kolaborasi yang berdampak bagi kreator dan masyarakat,” ujar Irene Umar.

Dalam pertemuan tersebut, Arief Susanto dan Erika Richardo mempresentasikan konsep Rasi Creativity, sebuah instalasi kapal pinisi berukuran skala 1:1 yang dirancang secara imersif dan interaktif. Instalasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus hingga 5 September 2026 di Pacific Place Mall, Jakarta.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, seperti workshop, live painting, dan aktivasi edukatif. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati karya seni, tetapi juga berinteraksi langsung dengan instalasi sambil mengenal nilai-nilai budaya yang diangkat.

Irene Umar menilai program tersebut memiliki potensi besar untuk memperluas dampak ekonomi kreatif. Karena itu, ia mendorong keterlibatan lebih banyak subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni rupa, kriya, hingga kreator lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi lintas subsektor menjadi langkah strategis untuk memperkaya pengalaman masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif.

Sementara itu, Founder dan CEO Dus Duk Duk, Arief Susanto, mengatakan bahwa proyek Rasi Creativity dirancang untuk menghadirkan pengalaman kreatif yang dekat dengan masyarakat serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan yang lebih interaktif.

“Melalui proyek ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menikmati karya, tetapi juga ikut terlibat di dalamnya sehingga ruang kreatif ini bisa menjadi tempat bertemunya seniman, kreator, dan publik,” kata Arief.

Proyek ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi Dus Duk Duk dan Erika Richardo pada tahun 2025 yang menghasilkan instalasi pesawat terbang berbahan kardus skala 1:10 bertema Indonesia dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Karya tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat dan berhasil tercatat dalam Museum Rekor Indonesia.

Melanjutkan semangat yang sama, keduanya kini memilih kapal pinisi sebagai simbol utama karya terbaru mereka. Melalui instalasi interaktif tersebut, kekayaan budaya maritim Indonesia diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat dengan cara yang lebih partisipatif dan relevan, terutama bagi generasi muda.

Kementerian Ekraf berharap kolaborasi ini dapat menjadi wadah pertemuan antara seniman, kreator, dan masyarakat untuk merayakan kreativitas Indonesia. Selain menghadirkan pengalaman yang menarik bagi publik, program ini juga diharapkan mampu memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya bangsa melalui pendekatan kreatif yang lebih inklusif.

Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf, Dadam Mahdar, serta Direktur Kriya, Neli Yana.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Wajah lonjong atau oblong face dipercaya mencerminkan pribadi percaya diri, pekerja keras, dan mudah jatuh cinta.

Karakter Wajah Lonjong (Oblong Face): Percaya Diri, Praktis, dan Mudah Jatuh Cinta Menurut Face Reading

Kemenperin memperkuat industri halal nasional lewat Halal Indo 2026 dan persiapan implementasi Wajib Halal Tahap II.

Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Halal Nasional melalui Halal Indo 2026