https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

INACRAFT 2026: Mengungkap Peran Perempuan dalam Kriya Indonesia

INACRAFT 2026 menegaskan peran perempuan dan kriya sebagai kekuatan ekonomi kreatif, didukung pemerintah dan ditinjau Wapres RI.

Sejak pertama kali digelar pada tahun 1999, INACRAFT telah tumbuh menjadi ruang strategis bagi subsektor kriya Indonesia—sebuah titik temu antara tradisi dan inovasi, antara kekayaan budaya dan kebutuhan pasar, serta antara para perajin dengan jejaring nasional hingga global. Selama lebih dari dua dekade, INACRAFT konsisten memainkan peran penting dalam memperkuat posisi kriya sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif nasional.

Mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, INACRAFT 2026 menjadi refleksi nyata atas peran strategis perempuan dalam subsektor kriya nasional. Perempuan tidak hanya hadir sebagai perajin, tetapi juga sebagai inovator, pelaku usaha, sekaligus penjaga nilai budaya. Kontribusi perempuan telah terbukti memperkuat ekonomi keluarga, menggerakkan ekonomi daerah, serta melahirkan produk kriya yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tema ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem kriya yang inklusif, berkeadilan, dan terbuka terhadap peran serta kepemimpinan perempuan dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Secara ekonomi, subsektor kriya memiliki posisi yang sangat strategis. Berdasarkan data tahun 2025, sepanjang Januari hingga November, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia didominasi oleh subsektor fesyen dan kriya. Fesyen mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp16,3 miliar, disusul kriya sebesar Rp12,03 miliar hingga November 2025. Capaian ini menempatkan kriya sebagai subsektor dengan kontribusi ekspor terbesar kedua dalam ekonomi kreatif nasional.

Angka tersebut menegaskan bahwa kriya tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai penggerak perdagangan dan pencipta nilai tambah ekonomi nasional. Menyadari potensi tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat pengembangan kriya melalui pendekatan hexahelix—melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan institusi keuangan. Upaya ini mencakup penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas desain dan inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, perluasan akses pembiayaan, serta pembukaan akses pasar nasional dan global.

Komitmen ini sejalan dengan penyelenggaraan INACRAFT sebagai ruang promosi, edukasi, kurasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pada INACRAFT 2026, dua kategori baru dalam INACRAFT Award turut diperkenalkan. INACRAFT Digital Excellence Award diberikan kepada pelaku kriya yang berhasil mengintegrasikan teknologi digital secara inovatif dan berdampak nyata pada pengembangan bisnis. Sementara itu, INACRAFT Women Empowerment Award menjadi bentuk penghargaan bagi perempuan pelaku usaha kreatif yang berkontribusi dalam edukasi, inovasi, peningkatan daya saing produk, serta penguatan peran perempuan dalam ekonomi kreatif nasional.

Pembukaan INACRAFT 2026 dihadiri pula oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang meninjau langsung area pameran dan berinteraksi dengan para perajin dari berbagai daerah. Kehadiran Wapres menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan kriya nasional sebagai identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi masa depan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, INACRAFT diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong produk kriya Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, berorientasi pasar global, serta adaptif terhadap transformasi digital.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kisah Syamsul Huda tentang UKM naik kelas lewat INACRAFT, dari pasar daerah ke ring satu Jakarta hingga menembus pasar global.

Syamsul Huda: INACRAFT Jalan UKM Naik Kelas

Ngobad oleh Forest Keeper di Banten mengajak generasi muda peduli pelestarian Badak Jawa melalui dialog, budaya, dan media kreatif.

Ngobad: Meningkatkan Kesadaran Pelestarian Badak Jawa di Banten