Bandung, Juli 2026 – Sebanyak 40 jurnalis yang tergabung dalam Sindikasi Media Network (SMN) mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rangkaian media gathering yang bertujuan memperkenalkan perkembangan industri dirgantara nasional sekaligus mengangkat potensi wisata edukasi berbasis teknologi di Kota Bandung.
Kegiatan yang berlangsung melalui kolaborasi PTDI dan ARTOTEL Suites Aquila Bandung tersebut diawali dengan pemaparan mengenai profil perusahaan, perkembangan bisnis, hingga program Edutainment Factory Tour yang kini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Bandung.
Dalam paparannya, tim Corporate Communication dan Corporate Social Responsibility PTDI menjelaskan bahwa perusahaan yang berdiri sejak 1976 kini memiliki empat lini bisnis utama, yaitu Aircraft Manufacturing, Aerostructure, Aircraft Services, dan Engineering Services. Keempat sektor tersebut menjadi pilar PTDI dalam mengembangkan industri dirgantara nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri penerbangan global.
Hingga saat ini, PTDI telah mengekspor berbagai produknya ke 14 negara. Pesawat CN235 telah diproduksi lebih dari 70 unit, sementara NC212 telah mencapai lebih dari 480 unit dan digunakan di berbagai belahan dunia. PTDI juga menjadi satu-satunya produsen yang masih memproduksi kedua jenis pesawat tersebut.
Selain itu, PTDI terus mengembangkan pesawat N219, pesawat karya insinyur Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 44,69 persen. Saat ini N219 telah memperoleh kontrak pengadaan enam unit untuk TNI Angkatan Darat serta terus dikembangkan dalam berbagai konfigurasi, mulai dari angkutan penumpang, logistik, medical evacuation, penerjunan pasukan hingga pengawasan maritim. PTDI juga tengah mengembangkan varian N219 Amphibious yang mampu beroperasi di darat maupun di perairan.
Manager Institutional Relation and Corporate Communication PTDI, Adi Prastowo, menjelaskan bahwa pengembangan industri dirgantara nasional juga didukung oleh kemitraan strategis dengan perusahaan global.
“Kami telah bekerja sama dengan Airbus hampir 50 tahun dan Bell Textron sekitar 40 tahun. Untuk helikopter, PTDI memproduksi struktur badan pesawat di Indonesia, kemudian dikirim ke Airbus untuk pemasangan sistem dan mesin sebelum kembali ke PTDI untuk proses penyesuaian (customization), finishing, dan diserahkan kepada pelanggan,” ujar Adi.
Selain memperkenalkan industri pesawat terbang, PTDI juga mengembangkan Edutainment Factory Tour sebagai bagian dari program edukasi kepada masyarakat. Melalui program tersebut, pengunjung dapat melihat langsung hanggar produksi, berbagai jenis pesawat, serta proses pengembangan industri dirgantara nasional.
Menurut Adi, program yang telah berjalan sekitar tiga tahun itu tidak hanya bertujuan memperkenalkan teknologi dirgantara, tetapi juga membangun minat generasi muda terhadap dunia penerbangan.
“Kami berharap setelah berkunjung ke PTDI, anak-anak memiliki cita-cita menjadi pilot, insinyur, maupun profesi lain di industri penerbangan. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui Edutainment Factory Tour,” katanya.
Program tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Bandung dan telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi bertema kedirgantaraan. Saat ini kunjungan umum dibuka setiap akhir pekan dengan tiket sekitar Rp40.000 per orang, sedangkan kunjungan edukasi bagi pelajar tingkat SMA dan perguruan tinggi dilaksanakan setiap hari Jumat sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTDI tanpa dipungut biaya.
Dalam sesi diskusi bersama media, Adi juga menjelaskan bahwa PTDI terus mengoptimalkan aset perusahaan melalui pengembangan sektor non-core business, termasuk Edutainment Factory Tour. Meski kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan masih relatif kecil, program tersebut dinilai memiliki dampak strategis dalam memperkenalkan industri dirgantara kepada masyarakat sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota wisata edukasi.
Sebagai bagian dari kolaborasi dengan sektor pariwisata, PTDI juga bekerja sama dengan ARTOTEL Suites Aquila Bandung melalui program yang memberikan voucher kunjungan Edutainment Factory Tour bagi tamu hotel. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis edukasi di Kota Bandung.
Melalui kunjungan ini, Sindikasi Media Network memperoleh kesempatan melihat secara langsung fasilitas produksi, hanggar pesawat, hingga berbagai inovasi yang dikembangkan PT Dirgantara Indonesia. Diharapkan, pengalaman tersebut dapat memperluas publikasi mengenai capaian industri dirgantara nasional sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya dan teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa.


