Bandung, Juli 2026 – Menginap di hotel kini tidak lagi sekadar mencari tempat beristirahat. Di tengah berkembangnya tren pariwisata berbasis pengalaman (experience tourism), wisatawan semakin menginginkan akomodasi yang mampu menghubungkan mereka dengan kekayaan budaya, kuliner, hingga destinasi unik di kota yang dikunjungi.
Semangat tersebut menjadi arah baru yang diusung ARTOTEL Suites Aquila Bandung, hotel butik premium di kawasan Pasteur yang tengah bertransformasi menghadirkan pengalaman menginap lebih bermakna melalui kolaborasi dengan berbagai destinasi wisata dan pelaku industri kreatif di Kota Bandung.
General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto, mengatakan transformasi hotel tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan dan fasilitas, tetapi juga melalui cara hotel membangun hubungan dengan lingkungan sekitarnya.
“Hotel tidak dapat berkembang sendiri. Kami ingin menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Kota Bandung. Harapannya, tamu yang menginap tidak hanya menikmati kenyamanan hotel, tetapi juga memperoleh pengalaman menjelajahi berbagai potensi yang ada di sekitar,” ujarnya.
Hotel yang berada di salah satu pintu masuk utama Kota Bandung ini memiliki akses yang dekat dengan Bandara Husein Sastranegara, Stasiun Bandung, kawasan bisnis, pusat kuliner, hingga berbagai destinasi wisata. Lokasi strategis tersebut menjadi nilai tambah bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang menginginkan mobilitas lebih mudah.
Bagi Anton, posisi strategis tersebut merupakan peluang untuk memperkenalkan berbagai daya tarik Bandung yang selama ini belum banyak dikenal wisatawan.
“Selama ini orang mengenal Bandung melalui wisata belanja atau kulinernya. Padahal kota ini juga memiliki banyak potensi wisata edukasi, teknologi, sejarah, hingga ruang-ruang kreatif yang layak diperkenalkan kepada publik,” katanya.
Semangat itulah yang kemudian melahirkan kolaborasi ARTOTEL Suites Aquila Bandung dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui program Edutainment Factory Tour. Melalui kerja sama tersebut, tamu hotel berkesempatan mengenal lebih dekat industri dirgantara nasional dan melihat langsung proses pengembangan pesawat karya anak bangsa.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan aktivitas wisata bagi tamu sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang menawarkan pengalaman wisata yang beragam.
Selain menghadirkan pengalaman yang terhubung dengan destinasi kota, ARTOTEL Suites Aquila juga terus mengembangkan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan modern maupun pelaku bisnis.
Hotel ini menawarkan lebih dari 200 kamar dan suite dengan desain hangat dan elegan, dilengkapi kolam renang bernuansa resor, pusat kebugaran, serta Broadway Restaurant yang menyajikan beragam hidangan Nusantara dan internasional. Untuk kebutuhan pertemuan dan acara, tersedia 18 ruang meeting serta Nusantara Ballroom yang mampu mengakomodasi hingga 1.500 tamu untuk berbagai kegiatan, mulai dari konferensi, gathering perusahaan, hingga resepsi pernikahan.
Meski tampil dengan wajah baru sebagai bagian dari Artotel Group, Anton menegaskan bahwa identitas historis bangunan tetap dipertahankan.
“Hotel ini memiliki sejarah panjang di Kota Bandung. Kami tidak berusaha menghapus masa lalunya, tetapi menghadirkan identitas baru dengan tetap menjaga karakter yang telah menjadi bagian dari perjalanan hotel ini,” tuturnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter Artotel Group yang dikenal memadukan desain, seni, dan gaya hidup modern, namun tetap menghargai nilai lokal di setiap properti yang dikelolanya.
Ke depan, ARTOTEL Suites Aquila Bandung berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku industri, komunitas, dan destinasi wisata. Melalui sinergi tersebut, hotel berharap dapat menghadirkan pengalaman menginap yang lebih personal sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal. Bagi ARTOTEL Suites Aquila Bandung, sebuah hotel bukan hanya tempat singgah, melainkan titik awal bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat cerita, budaya, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki Kota Bandung.



