Yogyakarta โ Perajin batik asal Pekalongan, Dudung Alie Syahbana, membagikan kisah perjalanannya meraih Asia Pacific Craft Master Award 2023 dalam sesi berbagi pengalaman pada Inacraft Festival 2026.
Di hadapan peserta workshop, Dudung mengisahkan bahwa seluruh pencapaiannya berawal dari kondisi yang sangat sederhana.
“Saya memulai dari nol. Saat pertama mengikuti pameran, saya hanya membawa satu koper besar berisi batik dan satu gulung tali rafia,” ujarnya.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya menjadi salah satu figur penting dalam dunia batik Indonesia. Selain meraih sejumlah penghargaan Inacraft Award Best of The Best, Dudung Alie Syahbana juga memperoleh Asia Pacific Craft Master Award yang diberikan oleh World Crafts Council Asia Pacific.
Meski demikian, Dudung mengaku sempat menolak penghargaan tersebut.
“Saya pikir penghargaan itu tidak penting untuk saya pribadi. Tetapi kemudian saya menyadari bahwa penghargaan ini bukan untuk saya, melainkan untuk kerajinan Indonesia,” katanya.
Dudung menegaskan bahwa penghargaan internasional memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar prestasi individu. Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kerajinan Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Ia juga menilai ASETI memiliki peran penting dalam membuka akses internasional bagi para perajin Indonesia.
“Bagi saya, tidak ada institusi lain yang memiliki jalur internasional seperti ASEPHI. Banyak kesempatan dunia terbuka melalui jaringan yang mereka bangun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dudung mengajak para pelaku kerajinan untuk terus berkarya dan tidak berhenti belajar.
Ia menggambarkan kerajinan Indonesia seperti pohon besar yang berakar pada budaya. Dari akar budaya tumbuh pengetahuan dan keterampilan, kemudian berkembang menjadi inovasi dan kreativitas yang akhirnya menghasilkan pengakuan dunia.
Melalui penghargaan yang diterimanya, Dudung memperoleh berbagai peluang baru, mulai dari pameran internasional, kolaborasi lintas negara, hingga kesempatan menjadi pembicara di berbagai forum dunia.
“Yang paling penting bukan penghargaan itu sendiri, tetapi bagaimana penghargaan tersebut bisa menginspirasi generasi berikutnya untuk membawa kerajinan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.



