Yogyakarta โ Asia Pacific Craft Alliance (APCA) menilai karya-karya perajin Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil di berbagai galeri dan pameran internasional karena tingginya minat dunia terhadap budaya dan komunitas perajin Asia.
Hal tersebut disampaikan perwakilan APCA, Jud van der Merwe, dalam pembukaan program Asia Pacific Craft Master Award pada Inacraft Festival 2026 di Yogyakarta.
Menurut Jud, masyarakat internasional saat ini tidak hanya tertarik pada produk kerajinan semata, tetapi juga ingin memahami cerita, budaya, dan komunitas yang melahirkan karya tersebut.
“Dunia internasional sangat tertarik memahami bagaimana masyarakat bekerja, bagaimana budaya membentuk kehidupan, dan bagaimana nilai-nilai itu diterjemahkan melalui karya kerajinan,” ujarnya.
Jud menyebut Yogyakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan Indonesia yang memiliki posisi penting dalam perkembangan seni dan kerajinan. Karena itu, ia menilai kota tersebut menjadi lokasi yang tepat untuk memperkenalkan program baru APCA kepada komunitas kreatif Indonesia.
Dalam paparannya, Jud juga menyoroti pentingnya membedakan antara pekerjaan tangan, kerajinan, dan praktik seni yang menggunakan kerajinan sebagai medium ekspresi.
Menurutnya, tantangan terbesar organisasi kerajinan saat ini adalah memastikan para perajin memperoleh penghargaan yang layak atas keterampilan, pengetahuan, dan kontribusi budaya yang mereka miliki.
Untuk menjawab tantangan tersebut, APCA meluncurkan Asia Pacific Craft Master Award yang dirancang untuk memberikan pengakuan kepada para maestro kerajinan yang tidak hanya menghasilkan karya berkualitas tinggi, tetapi juga aktif dalam pendidikan, transfer pengetahuan, dan pelestarian tradisi.
Program ini akan berlangsung dalam dua tahap, yakni tingkat regional dan tingkat internasional.
Para pemenang tingkat regional nantinya berkesempatan mengikuti seleksi internasional serta memperoleh akses untuk tampil dalam berbagai kegiatan global, termasuk pameran Revelations Paris yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.
Jud meyakini penghargaan tersebut dapat menjadi jembatan bagi perajin Indonesia untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat posisi kerajinan Indonesia di mata dunia.
“Potensi perajin Indonesia sangat besar dan layak mendapatkan pengakuan global,” katanya.



