in

Batik Lebak Angkat Kalimaya dan Sawarna sebagai Ikon Kekayaan Alam

Motif Kalimaya dan Sawarna menjadi bagian dari Batik Lebak. Keduanya mengangkat kekayaan alam dan destinasi wisata Kabupaten Lebak. daerah.
Motif Kalimaya dan Sawarna menjadi bagian dari Batik Lebak. Keduanya mengangkat kekayaan alam dan destinasi wisata Kabupaten Lebak. daerah.

Kekayaan alam dan destinasi wisata Kabupaten Lebak menjadi sumber inspirasi dalam pembentukan motif Batik Lebak. Dua di antaranya adalah Kalimaya dan Sawarna, yang merepresentasikan potensi sumber daya alam daerah.

Kedua motif tersebut termasuk dalam 12 motif yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Lebak sebagai ikon identitas daerah sejak 2015.

Penelitian Kurnia Trijaya Apriyani, Imam Setyobudi, dan Sriati Dwiatmini menjelaskan bahwa pembentukan motif Batik Lebak dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai potensi daerah, termasuk sumber daya alam.

Motif Kalimaya mengambil inspirasi dari batu kalimaya yang menjadi salah satu hasil tambang Kabupaten Lebak. Batu tersebut dikenal sebagai batu mulia dan menjadi primadona di kalangan kolektor karena karakter keindahannya.

Kalimaya dapat ditemukan di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, antara lain Kecamatan Maja, Curugbitung, Sajira, dan Cimarga. Batu tersebut juga biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan cincin.

Dalam komposisi motif Batik Kalimaya, batu kalimaya menjadi ornamen utama. Ornamen tambahan berupa bambu, angklung, dan salah satu motif tenun Baduy.

Penelitian menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk melihat proses pemaknaan motif. Dalam pemaknaan tingkat kedua, motif Kalimaya dikaitkan dengan kehidupan yang kuat dan harmonisasi warna kebajikan. Makna tersebut ditempatkan sebagai gambaran kehidupan masyarakat yang selalu sejahtera dalam menjalani kehidupannya.

Selain Kalimaya, potensi wisata pesisir diwujudkan melalui motif Sawarna.

Sawarna merupakan salah satu objek wisata pantai unggulan di wilayah Lebak Selatan, tepatnya Kecamatan Bayah. Kawasan tersebut memiliki keindahan alam yang kemudian menjadi sumber inspirasi motif batik.

Ornamen motif Sawarna terdiri dari pohon kelapa, sampan, dan batu karang berbentuk tanjung layar. Bentuk batu karang tersebut menjadi salah satu ciri yang dikaitkan dengan Pantai Sawarna.

Dalam penelitian, motif Sawarna ditempatkan sebagai tanda yang merepresentasikan potensi wisata Kabupaten Lebak. Pemaknaan tingkat kedua dikaitkan dengan nuansa keindahan alam yang penuh kedinamisan.

Pembentukan motif berbasis kekayaan alam tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam membangun identitas daerah melalui batik.

Sebelumnya, pemerintah daerah menilai motif batik Baduy yang beredar belum cukup menggambarkan seluruh potensi Kabupaten Lebak. Karena itu, pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memprakarsai pembuatan motif baru.

Selain sumber daya alam, motif tersebut juga mengambil inspirasi dari ekonomi rakyat, profil daerah, dan budaya masyarakat adat.

Ke-12 motif akhirnya diluncurkan pada 2 Desember 2015 dan memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual pada 25 Januari 2016.

Dengan demikian, Kalimaya dan Sawarna tidak hanya menjadi sumber inspirasi visual, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian dari sistem tanda yang membentuk citra Kabupaten Lebak melalui batik.

Sumber informasi: Kurnia Trijaya Apriyani, Imam Setyobudi, dan Sriati Dwiatmini, “Motif Batik sebagai Ikon dan Mitos Baru Identitas Kabupaten Lebak,” Jurnal Budaya Etnika, Vol. 5 No. 1, Juni 2021.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Perajin mengerjakan kain Batik Lebak di Imah Batik Sahate, Rangkasbitung. Produksi Batik Lebak berkembang melalui industri kecil dan menengah di Kabupaten Lebak.

Produksi Batik Lebak Berkembang Sejak 2015, Tiga IKM Aktif Membuat Batik Cap