in

Batik Kediri Bangkit Lewat Kreativitas Perajin dan Dukungan Pemerintah Daerah

Sejarah batik Kediri berkembang melalui perajin dan dukungan pemerintah, dengan motif alam, budaya, wisata, serta produk unggulan daerah.
Sejarah batik Kediri berkembang melalui perajin dan dukungan pemerintah, dengan motif alam, budaya, wisata, serta produk unggulan daerah.

Kediri – Batik Kediri terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah. Beragam motif yang terinspirasi dari sejarah, kondisi geografis, pariwisata, dan produk unggulan pertanian menjadi ciri khas batik yang berkembang di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Penelitian Mujiono dan Dharsono berjudul “Keberadaan Batik Kediri Jawa Timur” yang diterbitkan dalam Jurnal Seni Budaya Volume 13 Nomor 1, Juli 2015, mencatat bahwa batik Kediri atau batik Kediren telah berkembang di sejumlah wilayah. Sentra pembatikan tersebut antara lain berada di Desa Sekoto, Kecamatan Badas; Desa Besuk dan Dadapan, Kecamatan Gurah; Desa Menang, Kecamatan Pagu; serta Desa Semen, Kecamatan Semen.

Meskipun belum seterkenal sejumlah pusat batik di wilayah pesisir Jawa, keberadaan batik Kediri menunjukkan upaya masyarakat untuk mempertahankan tradisi sekaligus menyesuaikan produk dengan perkembangan zaman.

Perajin dan Pemerintah Dorong Pengembangan Batik

Pengembangan batik Kediri tidak terlepas dari keterlibatan pemerintah daerah dan para perajin. Berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, lomba desain, dan studi banding dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas wawasan pelaku usaha.

Salah satu perajin yang disebut dalam penelitian tersebut adalah Adi Wahyono, pemilik Batik Citaka Dhomas. Pada 2010, ia meraih juara pertama dan kedua dalam kategori motif flora dan fauna pada lomba desain batik Kediri.

Pengalaman tersebut turut mendukung pengembangan motif batik yang dapat digunakan sebagai cendera mata dan sarana promosi pariwisata daerah.

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Tim Penggerak PKK serta Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan juga menyelenggarakan pelatihan dan studi banding ke sejumlah daerah, antara lain Bantul dan Bali pada 2011, serta Pekalongan dan Bandung pada 2012.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan perajin dalam mengembangkan desain, teknik produksi, dan pengelolaan usaha.

Motif Batik Terinspirasi Kekayaan Daerah

Keunikan batik Kediri terlihat dari sumber inspirasi motifnya. Wilayah yang diapit Gunung Kelud dan Gunung Wilis serta dilalui Sungai Brantas menyediakan latar geografis yang kuat bagi penciptaan karya batik.

Perajin mengembangkan motif yang menggambarkan Gunung Kelud, Monumen Simpang Lima Gumul, Air Terjun Dolo, dan peninggalan sejarah seperti Candi Tegowangi. Kekayaan flora dan fauna juga menjadi sumber gagasan, termasuk mangga podang, nanas podang, bunga, burung, dan berbagai jenis tumbuhan.

Selain motif kreasi, batik Kediri juga memiliki pola klasik seperti Wahyu Tumurun, Babon Angrem, Semen Romo, Sidoluhur, Sidomukti, dan Sidomulyo.

Perkembangan motif tersebut menunjukkan bahwa batik tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga menjadi media untuk merepresentasikan sejarah, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

Dalam perkembangannya, batik digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kain panjang atau jarit untuk upacara adat hingga pakaian sehari-hari, seragam, aksesori, dan cendera mata.

Dengan dukungan pembinaan dan kreativitas perajin, batik Kediri memiliki potensi untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperluas pemanfaatan produk kriya lokal. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi batik di tengah perubahan selera masyarakat.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Tradisi masyarakat Kudus meliputi Tebokan, Temanten Tebu, kirab ketupat, dan sedekah bumi sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya lokal.

Tradisi Masyarakat Kudus, dari Tebokan hingga Temanten Tebu yang Sarat Makna Budaya

Budaya Indonesia tumbuh dari perjalanan sejarah panjang yang membentuk identitas nasional, memperkaya tradisi, dan menjaga warisan bangsa.

Budaya Indonesia dan Sejarah Bangsa: Fondasi Identitas Nasional