in

Batik Jamu Gendong Sukoharjo Tampilkan Sosok Mbok Jamu hingga Empon-empon

Batik Jamu Gendong menjadi ikon batik Sukoharjo. Motifnya menampilkan mbok jamu, rinjing, gendhul, empon-empon, bunga, dan isen-isen daerah.
Batik Jamu Gendong menjadi ikon batik Sukoharjo. Motifnya menampilkan mbok jamu, rinjing, gendhul, empon-empon, bunga, dan isen-isen daerah.

Motif batik jamu gendhong di Kabupaten Sukoharjo menampilkan aktivitas perempuan penjual jamu sebagai elemen utama. Sosok mbok jamu digambarkan sedang berjalan membawa dagangan maupun melayani pembeli, lengkap dengan rinjing, gendhul dan bahan rempah.

Gagasan tersebut menjadi objek kajian dalam penelitian Danang Priyanto dan Septianti yang membedah keberadaan serta estetika batik jamu gendhong sebagai identitas lokal Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan pendekatan historis dan estetika untuk mengidentifikasi struktur motif batik.

Dalam penelitian tersebut, struktur batik jamu gendhong dibedakan menjadi tiga komponen, yakni motif utama, motif pendukung dan isen-isen.

Motif utama menjadi unsur pokok dalam komposisi. Pada batik jamu gendhong, unsur tersebut berupa mbok jamu nggendong, mbok jamu ngladeni, empon-empon, rinjing dan gendhul.

Penggambaran mbok jamu mengambil dua adegan. Adegan pertama menunjukkan mbok jamu berjalan berkeliling untuk menjajakan dagangan. Adegan kedua menampilkan mbok jamu memberikan pelayanan kepada pelanggan dalam posisi terduduk.

Rinjing dan gendhul menjadi unsur penting karena berfungsi memperkuat karakter visual seorang penjual jamu. Selain itu, motif utama juga dilengkapi empon-empon seperti kunyit, kencur dan temulawak yang merupakan bahan baku pembuatan jamu.

Komponen kedua adalah motif pendukung. Unsur ini terdiri dari kembangan dan buketan. Motif buketan berupa rangkaian bunga ditempatkan untuk mendukung keberadaan motif utama. Sementara motif kembangan disusun menyebar pada bagian kain.

Komponen ketiga adalah isen-isen yang digunakan untuk mengisi bidang motif utama maupun pendukung. Penelitian mengidentifikasi beberapa jenis isen-isen, antara lain ceceg, kemukus, pari sawuli, truntum, lereng, naman pring dan sawut granitan.

Ceceg digambarkan dalam bentuk titik. Dalam penelitian tersebut, ceceg dikaitkan dengan filosofi kehidupan manusia, khususnya mengenai liku-liku dan rintangan yang dihadapi manusia untuk mencapai keseimbangan kehidupan.

Keberadaan motif figur manusia menjadi salah satu karakter yang membedakan batik jamu gendhong dari pola batik klasik yang berkembang di lingkungan budaya Keraton Kasunanan. Penelitian menyebut batik jamu gendhong berani menampilkan figur mbok jamu dalam komposisi motifnya.

Selain aspek visual, motif tersebut membawa narasi sosial mengenai peran perempuan dalam kehidupan keluarga. Sosok mbok jamu digambarkan sebagai perempuan yang ikut mencari nafkah melalui profesi menjual jamu.

Penelitian menyebut profesi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sukoharjo dan kemudian ditangkap seniman batik sebagai gagasan penciptaan motif identitas daerah.

Dengan demikian, batik jamu gendhong tidak hanya menyusun ornamen visual, tetapi juga merekam aktivitas ekonomi dan budaya masyarakat Sukoharjo melalui figur penjual jamu, perlengkapan dagangan dan bahan rempah yang dituangkan ke dalam pola batik.

Sumber: Danang Priyanto & Septianti, DESKOVI: Art and Design Journal, Vol. 8 No. 1, Juni 2025.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik Sukoharjo mengembangkan identitas lokal lewat motif jamu gendhong menampilkan mbok jamu, rinjing, gendhul, rempah, dan isen-isen khas.

Batik Sukoharjo Kembangkan Jamu Gendhong sebagai Identitas Motif Lokal

Motif Batik Sukoharjo jamu gendhong memadukan figur mbok jamu, rempah, buketan, kembangan, dan isen-isen dengan warna sogan klasik setempat.

Motif Batik Sukoharjo Jamu Gendhong Padukan Figur Mbok Jamu dan Warna Sogan