in

Batik Ecoprint Dikembangkan dengan Teknik Batik dan Warna Tumbuhan

Batik ecoprint dikembangkan melalui perpaduan teknik batik dan cetak tumbuhan dengan pewarna alami untuk menghasilkan karya tekstil inovatif.
Batik ecoprint dikembangkan melalui perpaduan teknik batik dan cetak tumbuhan dengan pewarna alami untuk menghasilkan karya tekstil inovatif.

Teknik batik ecoprint dikembangkan melalui perpaduan teknik batik dengan teknik ecoprint berbahan warna tumbuhan. Eksperimen tersebut dilakukan untuk menghasilkan karya seni tekstil yang kreatif dan inovatif sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk baru.

Pengembangan tersebut dilakukan Djandjang Purwo Sedjati dan Vincentia Tunjung Sari melalui penelitian berjudul Mix Teknik Ecoprint dan Teknik Batik Berbahan Warna Tumbuhan dalam Penciptaan Karya Seni Tekstil. Penelitian ini dimuat dalam CORAK Jurnal Seni Kriya Vol. 8 No. 1 tahun 2019.

Penelitian berangkat dari perkembangan batik yang tidak hanya digunakan sebagai busana tradisional dan kebutuhan upacara. Batik telah berkembang menjadi busana sehari-hari, produk fashion, elemen interior hingga bagian dari kegiatan pariwisata.

Perubahan kebutuhan masyarakat membuat batik menghadapi tuntutan untuk terus berkembang. Menurut materi penelitian, stagnasi pada bentuk motif, gaya dan fungsi dapat menimbulkan kejenuhan. Karena itu diperlukan penciptaan karya baru yang kreatif dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan pasar.

Peneliti kemudian mengeksplorasi kemungkinan menggabungkan teknik ecoprint dan batik. Keduanya memiliki karakter proses yang berbeda.

Ecoprint menghasilkan reka latar melalui pencetakan bagian tumbuhan secara langsung menggunakan proses hammer atau steaming. Sementara batik menggunakan malam sebagai bahan perintang warna pada permukaan kain. Dalam proses pewarnaannya, batik menggunakan pewarna dalam kondisi dingin, sedangkan ecoprint dilakukan melalui pemanasan.

Bahan tumbuhan menjadi unsur penting dalam eksperimen tersebut. Peneliti mengeksplorasi sejumlah daun dan bunga sebagai material ecoprint, termasuk daun jati, jambu batu, klengkeng, ketepeng, talok dan daun lainnya.

Sementara untuk proses batik digunakan pewarna alami yang berasal dari buah keben. Pemanfaatan warna tumbuhan tersebut juga diarahkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan penggunaan zat warna sintetis.

Karya yang dirancang menggunakan kain sutra dengan gaya kreatif yang mengarah pada bentuk kontemporer. Tiga jenis karya yang dikembangkan adalah stola dan scarf sebagai karya fungsional serta wall hanging atau hiasan dinding sebagai karya ekspresi.

Proses penelitian menggunakan Practice Based Research, metode penciptaan seni kriya Gustami, serta eksperimen dan improvisasi. Tahapan penciptaan mencakup eksplorasi, perancangan dan perwujudan.

Eksperimen kemudian dilakukan dengan dua urutan proses. Pertama, ecoprint dibuat terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan proses batik. Kedua, kain dibatik terlebih dahulu kemudian dilakukan ecoprint.

Hasil penelitian menunjukkan urutan proses berpengaruh terhadap hasil akhir. Eksperimen ecoprint yang dilakukan sebelum proses batik menghasilkan warna ecoprint yang memudar.

Sebaliknya, proses membatik terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan ecoprint menghasilkan hasil yang lebih baik. Karena itu, penelitian menetapkan proses membatik dahulu dan melakukan ecoprint kemudian sebagai metode yang digunakan dalam pembuatan karya selanjutnya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik Semarang menyimpan kisah Tan Kong Tien Batikkerij, usaha batik lintas budaya yang memadukan tradisi Jawa, Tionghoa, dan Eropa.

Batik Semarang: Kisah Tan Kong Tien Batikkerij, Perpaduan Budaya yang Nyaris Terlupakan

Eksperimen batik ecoprint menghasilkan scarf dan stola melalui proses batik lebih dulu, lalu ecoprint menggunakan daun dan bahan alam.

Batik Ecoprint Hasilkan Scarf dan Stola dari Eksperimen Dua Teknik