Jakarta – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima audiensi Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, Hwang Myeong Seok, di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama bilateral di bidang kebudayaan, pelestarian warisan sejarah, pendidikan, dan pengembangan industri kreatif.
Audiensi ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan melalui kolaborasi kebudayaan yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kedua pihak juga menjajaki peluang pertukaran pengetahuan, pameran budaya, serta kerja sama antarmuseum.
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do. Ia menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dengan Korea Selatan yang dinilai berhasil mengembangkan tata kelola warisan budaya dan industri kreatif.
Menurut Fadli, pengalaman Korea Selatan dalam membangun industri budaya populer atau K-pop culture dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif nasional.
“Belajar dari Korea Selatan dalam pengembangan budaya pop. Mereka telah mempersiapkannya selama puluhan tahun hingga kini menjadi pioneer dan leader di dunia industri kreatif global. Melalui kerja sama ini, Kementerian Kebudayaan siap menjembatani kolaborasi konkret di berbagai bidang, mulai dari pemajuan seni hingga pelestarian warisan budaya (heritage preservation),” ungkap Fadli Zon.
Ia juga mengungkapkan adanya keterkaitan sejarah antara Indonesia dan Korea Selatan yang dibuktikan melalui temuan arkeologis berupa manik-manik kaca kuno asal Jawa. Artefak tersebut ditemukan di kompleks makam kerajaan dari era Kerajaan Silla (57 SM–935 M) di Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk-do.
Temuan tersebut menjadi salah satu bukti hubungan historis kedua wilayah yang berpotensi dikembangkan sebagai materi penelitian, pertukaran pengetahuan, dan diplomasi budaya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Hwang Myeong Seok, menjelaskan bahwa wilayahnya merupakan salah satu pusat kebudayaan dan sejarah penting di Korea Selatan.
Gyeongsangbuk-do memiliki Kota Gyeongju yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Silla serta Kota Andong yang dikenal sebagai pusat warisan Konfusianisme. Menurut Hwang, pemerintah provinsi mengelola sekitar 15 persen dari total cagar budaya nasional Korea Selatan dan 35 persen situs Warisan Dunia UNESCO di negara tersebut.
Besarnya potensi warisan budaya itu juga didukung alokasi anggaran pelestarian yang signifikan setiap tahunnya.
Dalam kesempatan yang sama, Team Leader International Performance Division Gyeongsangbuk-do, Yeon Bu-jae, menyampaikan sejumlah peluang kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup sektor ekonomi kreatif, pendidikan, serta pertukaran antarmasyarakat atau people-to-people exchange.
Ia menilai Gyeongsangbuk-do memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Indonesia, mengingat provinsi tersebut tidak hanya berkembang sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang diakui dunia.
Yeon Bu-jae berharap kunjungan delegasi ke Indonesia dapat membuka peluang program kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam pengembangan kebudayaan dan industri kreatif.
Selain membahas peluang kolaborasi, delegasi Gyeongsangbuk-do juga menyampaikan kesan positif setelah mengunjungi Museum Nasional Indonesia. Mereka mengapresiasi pameran bersama yang menampilkan koleksi topeng Indonesia dan Korea Selatan serta berbagai informasi mengenai sejarah peradaban Nusantara.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pameran serupa di Korea Selatan pada masa mendatang. Kedua pihak juga membuka peluang pertukaran koleksi museum sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya masing-masing negara kepada masyarakat internasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Warisan Budaya Gyeongsangbuk-do Kim Sang Gyu, Wakil Kepala Dinas Warisan Budaya Ryu Mungyu dan Jeon Younggu, serta Kepala Kantor Perwakilan Gyeongsangbuk-do di Jakarta Jung Sung Woong.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis serta Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko.
Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do berkomitmen menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi menjadi program berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan, pelestarian warisan sejarah, dan pertumbuhan industri kreatif kedua negara.


