Jakarta – Merlynn Park Hotel Jakarta menggelar perhelatan kebudayaan bertajuk “Lestari Batik Indonesia” dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah apresiasi terhadap batik Indonesia sekaligus mempertemukan para pengrajin, pengusaha, dan pelaku usaha batik dari berbagai wilayah DKI Jakarta.
Acara dihadiri Ketua Dekranasda Kota Administrasi Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, M.Si., serta sejumlah pengrajin dan pengusaha batik. Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan Tari Batik, kemudian dilanjutkan dengan fashion show yang menampilkan beragam karya batik dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain pertunjukan seni dan peragaan busana, “Lestari Batik Indonesia” juga menghadirkan talkshow yang membahas perkembangan batik di Indonesia. Talkshow menghadirkan Witri Yenny Arifin bersama Arsita, Founder Arsita Craft, sebagai narasumber.
Dalam sesi tersebut, Witri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberadaan batik Indonesia di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung sejarah, filosofi, dan identitas budaya bangsa.
“Batik bukan sekadar kain atau motif visual, melainkan warisan luhur yang sarat akan nilai sejarah, filosofi, dan identitas bangsa Indonesia,” ujar Witri.
Ia mengapresiasi inisiatif Merlynn Park Hotel yang menyediakan ruang bagi pelaku batik untuk membangun jejaring sekaligus memperkenalkan batik kepada masyarakat.
Menurut Witri, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, pengrajin, pengusaha, serta sektor pariwisata dan perhotelan diperlukan agar batik tetap relevan dan memiliki daya saing di era modern.
“Melalui momentum Hari Batik Nasional ini, Dekranasda Jakarta Pusat sangat mengapresiasi inisiatif Merlynn Park Hotel dalam menyediakan wadah bagi para pengrajin dan pengusaha batik untuk saling berjejaring serta mengedukasi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, General Manager Merlynn Park Hotel Jakarta Adolf Gustaf mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung kebudayaan dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Sebagai bagian dari industri perhotelan yang berada di pusat Jakarta, Merlynn Park Hotel ingin menjadikan kegiatan budaya sebagai ruang apresiasi bagi para pembatik dan UMKM daerah. Kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan pengalaman budaya kepada tamu hotel maupun masyarakat.
“Melalui event ‘Lestari Batik Indonesia’, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi para pembatik dan UMKM daerah, sekaligus memberikan pengalaman berkesan bagi para tamu hotel dan masyarakat luas,” ujar Adolf.
Ia menambahkan, Merlynn Park Hotel berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap pelestarian budaya melalui berbagai inisiatif berkelanjutan.
Melalui “Lestari Batik Indonesia”, penyelenggara berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal dan mengapresiasi batik Indonesia. Kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong kebanggaan masyarakat untuk mengenakan batik karya anak bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan melibatkan unsur budaya, industri kreatif, perhotelan, dan pelaku UMKM, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian batik Indonesia dapat dilakukan melalui kolaborasi sekaligus membuka ruang promosi dan pengembangan ekonomi kreatif.

